Demi Rp 100 Ribu, Mahasiswi Cantik Jadi Mucikari

MERAPI-SAMENTO SIHONO Petugas menunjukkan pelaku mucikari online beserta barang buktinya.
MERAPI-SAMENTO SIHONO Petugas menunjukkan pelaku mucikari online beserta barang buktinya.

SLEMAN (MERAPI)- Petugas Satreskrim Polres Sleman masih mengembangkan kasus prostitusi online melalui Twitter yang melibatkan seorang mahasiswi kampus swasta di Yogya, AN (22) yang tinggal di Nologaten, Depok, Sleman. Kepada polisi, dia mengaku baru beberapa bulan menjadi mucikari dengan pendapatan Rp 100 ribu untuk tiap transaksi PSK.
Kanit 3 Tipidter Polres Sleman Ipda Apfryyadi Pratama didampingi KBO Satreskrim Polres Sleman Iptu Bowo Susilo kepada wartawan, Selasa (9/7) mengatakan, selain AN, polisi juga mengamankan YN (29) warga Dumai Barat.
“Pelaku AN merupakan mahasiswi sekaligus muncikari yang menawarkan PSK pada pria hidung belang,” beber Apfryyadi.
Menurut dia, modus yang digunakan pelaku yakni dengan menawarkan PSK melalui media sosial Twitter.

Dalam akun itu ditampilkan foto dan harganya. Setelah ada pelanggan, mereka kemudian melakukan komunikasi dengan mucikari.
“Setelah bertransaksi, lelaki yang memesan diminta untuk datang ke Hotel di daerah Nologaten. Di sana muncikari sudah menyediakan wanitanya,” katanya.
Mendapat informasi adanya transaksi itu, pihaknya pun menggerebek salah satu hotel di Nologaten. Setidaknya dua orang diamankan dalam penggrebekan tersebut, keduanya lantas digelandang ke Polres Sleman.
“Dua orang yang kita amankan berperan sebagai mucikari dan PSK. Keduanya kita amankan setelah berkencan,” ujarnya.
Kepada polisi, pelaku mengaku baru pertama melakukan bisnis prostitusi. Setiap kali melakukan transaksi, dia mendapat bagian Rp 100 ribu, sedangkan PSK mendapat bagian Rp 400 ribu.

“Tarif PSK itu kisaran Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Dari pengakuannya, dia baru pertama kali menawarkan PSK. Kalau kita lihat postinganya baru dua jam sebelum dilakukan transaksi,” katanya.
Sementara itu Iptu Bowo menambahkan terungkapnya kasus ini setelah ada laporan dari masyarakat soal praktik prostitusi online serta patroli siber yang dilakukan polisi pada pekan lalu. Saat itulah polisi mendapati akun mencurigakan hingga ditelusuri dengan penangkapan.
“Kita amankan pelaku beserta barang bukti berupa alat kontrasepsi dan 3 handphone yang digunakan untuk praktik tersebut serta uang Rp600 ribu,” ujar Bowo.
Akibat perbuatanya NA dijerat pasal 26 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE yang ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. (Shn)

Read previous post:
Rombongan Famtrip Exotic Poso Land Jelajahi Destinasi Ketiga Lembah Napu

POSO (HARIAN MERAPI) - Tim Millennial Tourism mengunjungi destinasi ketiga Lembah Napu di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Jumat (5/7/2019). Kunjungan

Close