LIPUTAN HAJI 2019: Haji Aset Hubungan Diplomasi Indonesia

MERAPI-FEBRIYANTO/MCH2019 Pertemuan Konjen RI di Jeddah Arab Saudi dengan tim MCH PPIH Arab Saudi 2019.
MERAPI-FEBRIYANTO/MCH2019
Pertemuan Konjen RI di Jeddah Arab Saudi dengan tim MCH PPIH Arab Saudi 2019.

MADINAH (MERAPI) – Jauh sebelum Indonesia merdeka dan Kerajaan Arab Saudi meneguhkan eksistensinya, sudah banyak masyarakat Indonesia yang menunaikan ibadah haji. Hanya saja selama ini pelaksanaan ibadah rukun Islam kelima tersebut masih sebatas rutinitas ritual.

“Padahal ibadah haji memiliki arti penting dalam konteks peningkatan hubungan bilateral kedua negara. Haji sebagai aset diplomasi yang dapat menjadi pijakan meningkatkan berbagai bidang, seperti ekonomi, perdagangan, pariwisata dan lainnya,” ucap Konjen RI di Jeddah Mohammad Hery Saifudin kepada awak Media Center Haji (MCH) 2019 di Kantor Urusan Haji (KUH) Indonesia Daker Madinah, Sabtu (6/7) malam.

Dijelaskannya, pengelolaan haji yang baik akan mampu mendongkrak nilai ekspor, perdagangan maupun investasi. Haji menjadi pilar penting dalam meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.

Setidaknya ada tiga pilar penting dalam penyelenggaraan ibadah haji, yakni katering, akomodasi dan transportasi. Ketiganya banyak didukung berbagai hal yang sangat lintas sektoral.

“Hajatan haji itu masif melibatkan semua stakeholder. Dengan adanya 190 negara yang mengirimkan jemaahnya, haji menjadi aset yang luar biasa. Haji menjadi pintu masuk untuk mempererat hubungan bilateral, politik dan ekonomi,” sambungnya.

Salah satu terobosan yang dilakukan yakni dengan menaikkan nilai ekspor dengan memaksimalkan produk-produk tersebut. Seperti halnya mewajibkan produk Indonesia digunakan dalam operasional haji sehingga memiliki daya sistemik.

“Pasarnya ada domestik dan haji. Bukan tidak mungkin pasar haji ini akan ikut meramaikan pasar domestik,” tegasnya.

Salah satu produk yang mulai masuk dan mendapat kepercayaan dalam 2-3 tahun ini, yakni ikan Patin dan produk bumbu indonesia. Bahkan untuk ikan Patin kebutuhannya mencapai lebih dari 15 kontainer dan baru mampu dicukupi sekitar 8 kontainer.

Namun demikian KJRI tidak meninggalkan konsentrasi dalam meningkatkan kualitas ibadah. Peningkatan konsultan ibadah terus dilakukan. Hal tersebut juga sebagai upaya meningkatkan kemabruran ibadah haji. “Inovasi yang kami lakukan untuk mencapai kenyamanan dan kemabruran ibadah haji,” jelas Mohammad Hery Saifudin. (Feb)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Seminar Nasional Peningkatan Ekspor Peternakan

SURABAYA (MERAPI) - Industri pertanian maupun peternakan yang berbasis makanan, tidaklah akan surut selama manusia masih terus membutuhkan bahan makanan

Close