PEDA-KTNA 2019: Generasi Muda Diajak Bertani

MERAPI-AWAN TURSENO Heru Saptono menjelaskan terkait pelaksanaan PEDA-KTNA DIY 2019.
MERAPI-AWAN TURSENO
Heru Saptono menjelaskan terkait pelaksanaan PEDA-KTNA DIY 2019.

SLEMAN (MERAPI) – Sektor pertanian dan perikanan menjadi salah satu andalan untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian daerah. Hanya saja bidang ini dibutuhkan regenerasi agar dapat berlanjut dikemudian hari.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Heru Saptono terkait dilaksanakannya Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA-KTNA) DIY tahun 2019. Acara tersebut akan dilaksanakan di Lapangan Purwobinangun, Pakem mulai 7-12 Juli 2019. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X akan membuka secara resmi pada hari Selasa 9 Juli.

Dijelaskan Heru, PEDA-KTNA merupakan forum pertemuan petani nelayan dalam rangka proses pembelajaran, tukar menukar informasi, pengembangan jejaring kerjasama sekaligus membangkitkan semangat dan tanggung jawab serta kemandirian petani nelayan.

PEDA 2019, menurutnya akan lebih fokus pada keberhasilan petani muda (milenial) yang telah sukses dalam usahanya. Diharapkan, mereka dapat menggugah semangat generasi muda untuk bergabung dan terjun sebagai petani.

“Kedepan sektor pertanian tidak hanya mengandalkan generasi tua. Tetapi diperlukan keterlibatan generasi muda agar berkelanjutan. Saat ini sektor pertanian 70 persen adalah orang tua, 30 persen anak muda. Tetapi untuk sektor perikanan dan hortikultura didominasi generasi muda,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (2/7).

Khusus untuk Kabupaten Sleman, lanjut Heru, sesuai daerah dan simbul yang ada di Pusaka Kyai Turun Sih berpamor Beras Wutah diharapkan menjadi wilayah lumbung padi bagi DIY. Memiliki luas 18 persen dari luas DIY ini kini menghasilkan beras melimpah bahkan surplus hingga 76 ribu ton per tahun.

“Artinya Sleman menyumbang pangan terutama beras bagi masyarakat DIY dan sekitarnya sebanyak 76 ribu ton per tahun,” ujarnya.

Selain itu, berbagai produk pertanian terus dikembangkan dengan mengadopsi dan memanfaatkan teknologi. Seperti alat untuk menanam dan memanen padi, kincir air di kolam ikan, budidaya sistem tumpangsari maupun teknologi lain.

Begitu pula melalui PEDA-KTNA, diharapkan dapat menjadi sarana untuk berbagi pengalaman, memperluas jaringan dan kerja sama pemasaran, mempererat kemitraan antar pelaku usaha serta meningkatkan jiwa kewirausahaan dan kesadaran terhadap lingkungan.

Pada pameran mendatang akan diadakan Temu Wicara, Rembug Madya, Rembug Utama, Seminar KTNA, Seminar PERHIPTANI, Rembug P4S, Rembug Ikamaja, Bazar dan Pameran Pembangunan Pertanian.

Agenda lain, Temu Usaha Pertanian, Pangan, Perikanan dan Kehutanan, Lomba Stand Pameran, Lomba Kreasi Taman Sayur Mini, Lomba Gelar Karya/Temu Teknologi, Display Teknologi Produksi pertanian, Pangan dan Perikanan, Lantip Trengginas KTNA DIY, Outbond Kesadaran Lingkungan dan Keakraban, Festival dan Lomba Kesenian, Festival Memedi Sawah, Kerja Bakti, Senam Sehat Massal dan Penanaman Tanaman Penghijauan. (Awn)

Read previous post:
Ditemukan Mayat Membusuk

PATI (MERAPI) - Warga desa Tamansari kecamatan Tlogowungu dibuat geger, menyusul ditemukannya sesosok mayat pria tua. Mayat ditemukan dalam keadaan

Close