Main Jelek, CEO PSIM Akui Intervensi

Penampilan PSIM saat lawan Persik masih belum memuaskan pendukung sehingga perlu dievaluasi. (MERAPI-BENI WIDYASWORO)

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Hasil buruk yang didapat PSIM Yogya pada dua laga terakhir, termasuk kekalahan melawan Persik Kediri di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (1/7), menuai kritik dari banyak pihak. Tak sedikit suporter yang langsung meneriakkan pergantian pelatih karena skuad Laskar Mataram dianggap menyajikan permainan yang jauh dari harapan.

Dari pertandingan yang sudah dilakoni PSIM selama Liga 2 musim 2019 bergulir, permainan PSIM belum mampu menghibur para penggemarnya. Setelah menang 1-0 atas Persiba Balikpapan, PSIM malah menuai hasil negatif, baik kalah 0-1 dari Mitra Kukar maupun dibungkam tamunya Persik di kandang sendiri.

Menanggapi kritik yang dilontarkan suporter, terutama di media sosial, CEO PT PSIM Jaya, Bambang Susanto pun angkat bicara. Melalui akun resmi PSIM, Bambang mengakui bahwa ada intervensi yang ia lakukan terhadap pelatih Vladimir Vujovic untuk menampilkan permainan menyerang ketika menghadapi Persik.

“Saya meminta maaf kepada semua pendukung, bahwa sedikit banyak saya ikut bersalah karena saya meminta Vlado untuk bermain keluar dari pola yang biasa dia anut. Saya minta untuk bermain menyerang full, untuk mencoba memuaskan penonton, dimana Vlado selalu bilang bahwa untuk target Liga 1 dia tak perlu main cantik, yang penting menang dan nanti di Liga 1 saja baru tampil cantik,” tulis Bambang.

Dilanjutkannya, Bambang tetap meminta Vlado untuk mencoba dan ternyata kalah. “Jadi saya minta maaf ke semua pendukung untuk kesalahan saya. Kita akan berbenah dan maaf sekali lagi,” lanjutnya.

Dengan pernyataan tersebut, sebenarnya Bambang sudah mengingkari apa yang pernah ia ucapkan di awal persiapan tim. Ketika menunjuk Vlado sebagai pelatih, ia siap memberikan kepercayaan penuh untuk meracik tim tanpa ada intervensi, yang kemudian akan dilakukan evaluasi. Namun ternyata baru melakoni tiga laga, sudah ada intervensi yang dilakukan dari manajemen terhadap pelatih.

Permainan tak menghibur yang diperagakan para pemain PSIM di bawah asuhan Vlado, sebenarnya sudah terlihat sejak sebelum bergulirnya kompetisi, termasuk ketika melawan tim nasional U-23 Indonesia awal Juni lalu. Hanya mengandalkan umpan lambung dan tidak ada pola permainan yang jelas dari lini tengah maupun membangun serangan dari belakang, sudah dilihat secara nyata dari pertandingan oleh para pendukung PSIM.

Meski demikian, Manajer PSIM, Effendi Syahputra juga masih memberikan kesempatan kepada mantan pemain Persib Bandung dan Bhayangkara FC itu untuk membesut Cristian Gonzales dan kawan-kawan.

“Kekalahan adalah satu hal yang paling pahit dan getir dalam hidup. Tapi larut dalam kekalahan dan kemudian saling menyalahkan sesama adalah hal yang justru semakin menenggelamkan kita,” ungkapnya, Selasa (2/7).

Disebutkan mantan CEO Bogor FC tersebut, semua kritik, ide dan masukan bahkan yang berbau sarkastik terhina, siap ia terima. “Dengan penuh kerendahan diri, kami terima dengan lapang hati. Kami akan berbenah. Evaluasi total adalah hal yang mutlak dilakukan dalam menyikapi kekalahan ini,” ujarnya.

PSIM masih memiliki waktu dua minggu untuk melakukan perbaikan sebelum melakoni laga melawan PSBS Biak 14 Juli mendatang. “Masih ada waktu dua minggu untuk evaluasi. Kami harus bicara dengan pemain. Bagaimana harus disiplin, baik di dalam lapangan ataupun di luar lapangan,” beber Pelatih PSIM, Vladimir Vujovic.

Menanggapi permainan yang ditampilkan anak asuhnya, pelatih asal Montenegro tersebut malah melemparkan kesalahan kepada para pemainnya yang dianggap banyak melakukan kesalahan. “Kami sudah analisa pertandingan tapi pemain masih melakukan kesalahan. Saya tak bisa menjelaskan di sini, entah seperti apa yang ada dalam pikiran pemain bisa seperti itu,” katanya. (Oro)

Read previous post:
Tukini Lestarikan Makanan Rengginang

NAMA rengginang sudah tak asing di masyarakat, yakni salah satu makanan tradisional yang masih eksis sampai sekarang. Rengginang cocok sebagai

Close