Ampas Tebu Jadi Pelapis Alami Buah

Uji coba aplikasi edible coating pada buah belimbing. (MERAPI-ISTIMEWA)

BUAH-buahan berpeluang mengalami kerusakan akibat penyimpanan yang tak terlindungi dengan baik, akhirnya malah terbuang. Adapun penyimpanan di dalam ruang pendingin, ruang bertekanan maupun modifikasi atmosfer ruangan dapat dilakukan untuk memperpanjang umur buah. Hanya saja biaya yang diperlukan cukup mahal. Tapi siapa mengira ampas tebu bisa menjadi bahan pelapis alami untuk melindungi buah agar tak cepat rusak seperti busuk.

Guna mengatasi masalah ini tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mencoba memberikan solusi melalui alternatif edible coating. Artinya, yakni proses pelapisan buah alami bertujuan memperpanjang umur simpan buah dan sebagai pembawa aditif pada buah. Pelapis tersebut diolah dari ampas tebu yang memiliki kandungan lignin sebanyak 24.2 persen.

“Lignin ini dapat menekan laju respirasi dan transpirasi, sehingga buah tidak mudah mengalami kerusakan dan kehilangan air. Selain menggunakan ampas tebu ditambahkan juga air perasan jeruk nipis yang bertujuan agar menghambat pertumbuhan mikrobia pada buah,” ungkap papar salah satu tim PKM UMY, M Sa’yan Hasbiyallah, baru-baru ini.

Menurut Hasbi, proses pembuatannya dimulai dari tahap ekstraksi ampas tebu (sepah). Selanjutnya ampas tebu dipanggang dan dihaluskan hingga mendapat butiran halus. Kemudian ampas halus diekstraksi dengan menggunakan alat vacuum rotary evaporator, sehingga didapat endapan lignin yang siap digunakan untuk melapisi buah.

“Pada uji coba penerapannya, kami mengaplikasikan edible coating ini pada buah belimbing,” lanjut Hasbi.

Ditambahkan, tim PKM-nya dengan nama Fortepis beranggotakan, Eka Fitriastuti (Agroteknologi 2016), Delvika Siti Nuraeni (Agroteknologi 2017) dan ia sendiri dari Agroteknologi 2017. Hasil temuan dari tim ini berguna untuk memperlambat metabolisme yang terjadi dalam buah. Pasalnya, buah yang telah dipetik tetap mengalami metabolisme yaitu transpirasi dan respirasi. Metabolisme tersebut dapat menyebabkan buah kehilangan air sehingga menyebabkan berkurangnya jumlah bagian yang dapat dimakan dan mengakibatkan turunnya mutu buah dan bahkan tidak layak konsumsi.

Eka Fitri menambahkan, untuk mengatasi hal tersebut solusi yang selama ini dilakukan adalah dengan mengemas buah menggunakan plastik. Padahal penggunaan plastik memiliki risiko terhadap kesehatan, misalnya apabila buah yang sudah dikemas tersebut terpapar oleh sinar matahari. Karena buah dapat terkontaminasi polimer plastik yang berdampak tak baik bagi kesehatan jika dikonsumsi.

“Jadi alternatif yang lebih sehat adalah melalui penanganan pasca panen dengan mengaplikasikan edible coating, yakni merupakan pelapisan buah alami yang bertujuan untuk memperpanjang umur simpan buah,” tandasnya. (Yan)

Read previous post:
ilustrasi
PELAKU TEREKAM KAMERA CCTV-Pencuri Dibekuk Saat Antar Adik Kuliah

GAMPING (MERAPI)- Pencuri spesialis kos-kosan, Ha (23) warga Samarinda, Kalimantan Timur disergap aparat Unit Reskrim Polsek Gamping, Sleman. Dia dibekuk

Close