PSS Waspadai Kebangkitan Persija

SLEMAN (MERAPI) – PSS Sleman akan bertandang ke Bekasi menghadapi Persija Jakarta Rabu (3/7) mendatang. Tim pelatih tengah menyiapkan program latihan untuk sepekan ke depan, khusus menghadapi tim berjuluk Laskar Kemayoran tersebut. Namun, pelatih kepala PSS, Seto Nurdiyantoro sedikit khawatir tentang banyaknya kabar yang menginformasikan tentang keterpurukan juara Liga 1 musim lalu itu. Seto pun langsung memberikan instruksi pada para pemainnya agar tidak membayangkan laga pekan depan akan berjalan mudah.

“Justru sangat berbahaya kalau kita anggap mereka lemah. Bisa kami yang kehilangan fokus dalam persiapan. Mereka sama seperti tim Liga 1 lainnya, masih sangat kuat. Saya bilang ke pemain pertandingan berikutnya harus bisa poin, jadi jangan sampai terpengaruh sama isu yang akan memalingkan dari konsentrasi penuh,” kata Seto, Senin (24/6).

Performa negatif Persija selama empat pertandingan jadi buah bibir pecinta sepakbola dan media. Dari empat pertandingan, Persija belum sekalipun meraih kemenangan. Mereka hanya meraih dua angka, hasil dua kali kalah dan dua kali seri. Persija bahkan terjerembab ke peringkat 15 klasemen sementara. Selain itu, Persija juga baru mengalami pergantian pelatih dari Ivan Kolev ke Julio Bauelos. Namun, performa Persija tak membaik. Di pertandingan terakhirnya, klub yang diperkuat Marco Simic itu ditahan imbang Persela Lamongan 1-1.

Selain karutnya kondisi tim lawan, PSS juga diuntungkan dengan waktu istirahat yang lebih panjang lantaran tuan rumah akan melakoni laga semifinal Piala Indonesia 29 Juni mendatang. Persija hanya punya waktu tiga hari sedangkan PSS satu pekan. Seto membenarkan keuntungan waktu istirahat ini namun tidak menjadikannya sebagai alasan PSS lebih diunggulkan. Menurutnya baik PSS maupun Persija punya masalah masing-masing yang harus diselesaikan. Seto kembali menegaskan tidak mau buang waktu melihat kondisi tim lawan.

“Waktu kami memang lebih panjang, tapi fokusnya kan selain persiapan, juga untuk memulihkan kondisi pemain. Kami punya banyak evaluasi juga. Bagaimana mereka saya tidak terlalu peduli karena fokus ke tim sendiri saja. Misalnya saja mengakali bagaimana latihan selanjutnya setelah ada keluhan pemain bahwa kita latihan di lapangan yang punya tekstur keras sehingga membahayakan kondisi,” sambung pelatih asal Kalasan ini.

Saat ini PSS memang tengah dihantam badai cedera. Setelah Arie Sandy dan Guilherme Batata yang tak kunjung membaik, PSS harus kehilangan Purwaka Yudi yang juga harus absen. Di luar itu Seto dan tim medis tengah menunggu perkembangan para pemain yang mengeluh sakit seperti Rangga Muslim, Ikhwan Ciptady, Dave Mustaine, Bagus Nirwanto, Sidik Saimima, Nerius Alom, Ega Rizky, Julius Bate, dan Wahyu Sukarta. (Des)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Bima Perkasa Tanpa Target di 3×3 IBL

SLEMAN (MERAPI) - Yogyakarta bakal menjadi tuan rumah di seri ke-3 3x3 Indonesia Basketball League (IBL). Rencananya, turnamen pemanasan IBL

Close