Pembunuh Balita Divonis 15 Tahun Penjara

Merapi-Zaini Arrosyid Terpidana saat di persidangan.
Merapi-Zaini Arrosyid
Terpidana saat di persidangan.

TEMANGGUNG (MERAPI) – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Temanggung yang diketua Agung Wibowo SH menvonis Sunaryo alias Yoyok (27) warga Gandok Kaloran Temanggung dengan hukuman 15 tahun penjara dan dendan Rp 1 miliar atau ganti 3 bulan kurungan, karena terbukti menganiaya korban Rafa Nesya Ardani (2,5) hingga meninggal, pada Sidang yang digelar, Senin (24/6).

Sidang berlangsung dramatis, keluarga korban yang tidak terima dengan putusan hakim berusaha memukul terpidana karena masih dendam, beruntung polisi berhasil melindungan terpidana. Sehingga bisa masuk kedalam ruang tunggu dan ke mobil tahanan yang membawanya ke rutan.

Agung Wibowo mengatakan hal yang memberatkan hukuman adalah berlaku sadis pada anak dibawah umur, menciptakan suasana mencekam dan resah di masyarakat. Sedangkan yang meringankan berlaku sopan dipersidangan, menjadi tulang punggung keluarga dan mengalami depresi berat.

“Berdasar fakta di persidangan terpidana terbukti melakukan penganiayaan hingga tewasnya korban, perbuatan itu dilakukannya Rabu (21/11/20018), di rumahnya,” katanya.

Pada peristiwa itu, terpidana juga melukai Kholisatun, ibu Rafa dan Atik seorang tetangga yang sedang melintas di sekitar lokasi.

Perbuatannya, katanya melanggar pasal Pasal 80 ayat 3 dan 76 huruf C UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 351 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal karena menderita luka parah di beberapa bagian tubuhnya. “Barang bukti berupa sajam yang digunakan disita negara untuk dimusnahkan,” katanya.

Terpidana yang didamingi pengacara Catur SH mengatakan pikir-pikir dengan hukuman yang diaterima. ” Saya pikir-pikir majelis,” katanya.

Sementara jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Temanggung, Rara Ayu juga menyampaikan pikir-pikir, karena hukuman itu lebih ringan dari tuntutannya 20 tahun penjara.

Sementara keluarga korban, Agus mengatakan masih sakit dengan peristiwa yang merenggut familinya itu, pelaku seharusnya dihukum maksimal atau bahkan mati atas perbuatnya itu yang telah mengakibatkan warga resah. ” Membunuh anak taka berdosa adalah perbuatan kejam, seharusnya majelis menghukum mati,” katanya. (Osy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Hariyadi Sukamdani Sebut Infrastruktur dan Pariwisata Jadi Andalan Presiden Jokowi

JAKARTA (MERAPI)– Dua kekuatan ini akan mengubah wajah Indonesia dan menjadi masa depan bangsa di era kreatif, yakni Infrastruktur dan

Close