BAKAR MOTOR DAN ANIAYA WARGA-Pulang Syawalan, Gerombolan Bermotor Ngisruh

WONOSARI (MERAPI)- Acara syawalan sebuah komunitas pengendara sepedamotor di wilayah Gunungkidul berakhir dengan keributan, Minggu (23/6) malam. Diduga tak terima ditegur pengendara lain, sejumlah orang yang baru saja mengikuti syawalan mengejar dan menganiaya orang tersebut. Tak hanya itu, para pelaku juga merusak Rumah Makan Griyo Wono di Desa Kemadang, Tanjungsari serta membakar satu unit motor.
Petugas Polres Gunungkidul bertindak sigap. Satu pelaku yang diduga melakukan pengerusakan dan penganiayaan itu dibekuk dan ditahan sejak Senin (24/6).
Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady kepada wartawan kemarin mengatakan, pihaknya telah memeriksa 25 saksi atas dugaan pengrusakan dan penganiayaan di Rumah Makan Griyo Wono yang diamankan pada Minggu (23/6) malam.

“Hasil pemeriksaan 25 saksi, kami mendapatkan petunjuk siapa pelaku yang melakukan perusakan terhadap motor bernomor polisi AB 2159 UD. Kemudian, ada satu orang diduga berperan sebagai pembakar dan perusak motor. Orang ini sudah kami tahan,” ucap Ahmad.
Namun demikian, Ahmad Fuady enggan membeberkan nama satu orang yang diamankan, karena orang tersebut bukan warga setempat, melainkan berasal dari kelompok yang terlibat keributan di Rumah Makan Griyo Wono.
“Kami belum dapat mengungkapkan nama pelaku, karena masih ada kemungkinan pelaku lain yang diamankan dalam kasus ini. Mereka saling berkaitan dan berada di lapangan bersama-sama, terus tidak mungkin kalau yang ikut mukulin hanya satu orang,” tuturnya.

Ahmad Fuady menjelaskan, kejadian bermula saat sekelompok pengendara motor menghadiri acara syawalan di Pantai Indrayanti. Usai menghadiri acara tersebut, mereka pulang secara bersama-sama. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan korban yang diketahui bernama Budi warga Desa Planjan, Kecamatan Saptosari.
Karena dinilai mengendarai motor secara ugal-ugalan, korban menegur mereka untuk minggir dan jangan ke tengah-tengah. Setelah ditegur korban, gerombolan pengendara motor itu justru tak terima. Mereka malah mengejar dan menganiaya korban. Korban masih sanggup berlari meski motornya tertinggal. Saat itulah para pelaku membakar motor korban.
“Apabila satu orang yang diamankan polisi terbukti ikut melakukan perusakan dan penganiayaan, maka yang bersangkutan dapat disangkakan pasal Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan terhadap orang maupun barang,” katanya.

Pemilik rumah makan, Ngatno mengatakan, awalnya keributan ini bisa didamaikan oleh warga. Namun, situasi kembali memanas setelah beberapa orang berdatangan ke rumah makan miliknya dan melakukan pemukulan terhadap Budi. Korban pun berhasil diselamatkan warga. Melihat Budi tidak berada di rumah makan tersebut, beberapa orang pelaku kalap dan melakukan pengrusakan sejumlah fasilitas rumah makan. Mulai dari jendela di dapur dan lampu dinding di ruang tengah.(Pur)

Read previous post:
Kian Ramai, Bendung Kamijoro Antisipasi Keselamatan Pengunjung

SENTOLO (MERAPI) - Objek Wisata Bendung Kamijoro di Kaliwiru Tuksono Sentolo Kulonprogo terus menyedot kunjungan wisatawan. Kendati demikian, pagar pengaman

Close