Kian Ramai, Bendung Kamijoro Antisipasi Keselamatan Pengunjung

Wisatawan saat berkunjung ke Bendung Kamijoro. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

SENTOLO (MERAPI) – Objek Wisata Bendung Kamijoro di Kaliwiru Tuksono Sentolo Kulonprogo terus menyedot kunjungan wisatawan. Kendati demikian, pagar pengaman bendungan dinilai belum maksimal dan perlu dibuat lebih rapat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk mencegah jatuhnya wisatawan ke dalam sungai.

Pengampu Kegiatan Sub Unit Karangtaruna Tunas Harapan, Dusun Kaliwaru, Sugeng Lana Raharja menyampaikan, dirinya telah menyadari perihal kebutuhan peningkatan pengaman di Bendung Kamijoro tersebut. Sebab saat ini, pagar besi di area bendungan masih berjarak lebar sehingga berbahaya bagi wisatawan terutama anak-anak. Sugeng berpendapat, salah satu solusi terkait hal itu adalah dengan memasang jaring pada seluruh pagarnya.

“Kami juga berpikir begitu. Antisipasinya, pagar diberi strimin (semacam jaring),” kata Sugeng, Senin (24/6).

Meski demikian, menurut Sugeng pihak pengelola masih belum bisa mengupayakan penambahan pengaman. Sebagai masyarakat kecil yang baru mengelola Bendung Kamijoro selama empat bulan, pihaknya memiliki keterbatasan sehingga berharap pemerintah daerah bisa turun tangan. Terlebih objek wisata baru tersebut hingga kini belum diresmikan dan diserahterimakan kepada pihak pengelola.

Sugeng kemudian membeberkan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya dalam pengembangan Objek Wisata Bendung Kamijoro. Salah satunya dengan membangun banyak fasilitas seperti toilet dan musala. Pihaknya bahkan telah mengajukan izin wisata kepada Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) DIY dan kini masih menunggu jawaban. Jika nantinya permohonan izin wisata tersebut direalisasikan, pihaknya berharap para pengelola masih diberikan wewenang untuk menyediakan beragam wahana sebagai sumber pendapatan.

Disebutkan Sugeng, masyarakat yang berkunjung ke Objek Wisata Bendung Kamijoro saat ini sudah bisa menikmati berbagai wahana permainan anak seperti mobil-mobilan, rumah balon dan ATV. Pengunjung yang datang juga tidak dikenai tiket lantaran pintu masuk objek wisata ini merupakan jalan umum. Mereka hanya perlu membayar biaya parkir Rp 2.000 untuk motor, Rp 5.000 untuk mobil serta Rp 10.000 hingga Rp 25.000 untuk bus.

“Kunjungan wisatawan cukup banyak. Akhir pekan atau hari libur tanggal merah biasanya didatangi 2.000 orang pengunjung. Selama libur Lebaran kemarin bahkan membludak sampai 3.000 orang pengunjung perhari. Tapi kalau hari biasa, jumlahnya tidak sampai 1.000 orang perhari,” sebutnya. (Unt)

Read previous post:
Sultan: Kuota Jalur Prestasi Dievaluasi Tahun Depan

YOGYA (MERAPI) - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan akan mengevaluasi kuota jalur prestasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Close