MARAK PUNGLI, PENAHANAN IJAZAH DAN ZONASI PPDB- LBH Yogya Buka Posko Pengaduan


LBH Yogya saat jumpa pers pembukaan Posko Pengaduan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
LBH Yogya saat jumpa pers pembukaan Posko Pengaduan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

KOTAGEDE (MERAPI) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta membuka Posko Pengaduan Pungutan Liar, Penahanan Ijazah dan Kasus Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kantor LBH di Prenggan Kotagede Yogyakarta, Senin (24/6). Pembukaan posko dilakukan setelah banyak praktik yang merugikan peserta didik.

“Menurut catatan kami, terdapat tiga hal yang harus menjadi perhatian serius dalam penyelenggaraan pendidikan di Provinsi DIY, yakni maraknya pungutan liar, penahanan ijazah dan sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang kalau tidak disempurnakan akan mengabaikan rasa keadilan, kesetaraan dan pemenuhan hak setiap warga negara terhadap pendidikan,” ujar Direktur LBH Yogya, Yogi Zul Fadhli SH kepada wartawan.

Sebagaimana laporan yang diterima LBH Yogya, kasus pungutan liar khususnya di DIY masih marak dilakukan oknum-oknum penyelenggara pendidikan di tingkat sekolah. Padahal sesuai pasal 34 ayat (2) UU No 20 Tahun 2003 telah jelas ditegaskan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah telah menjamin terselenggaranya pendidikan dasar tanpa dipungut biaya dan telah dianggarkan minimal 20% dari APBN dan APBD untuk penyelenggaraan pendidikan di jenjang sekolah dasar yang disalurkan melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Sementara kasus lain yang masih marak terjadi adalah penahanan ijazah oleh sekolah dengan alasan persyaratan pembayaran yang belum dapat dipenuhi siswa atau orangtua/wali yang bersangkutan. Padahal pelarangan penahanan ijazah di Yogyakarta telah diatur dalam Perda Provinsi DIY No 10 Tahun 2013 tentang Pedoman Pendanaan Pendidikan.

Di sisi lain, saat ini sistem zonasi PPDB masih menimbulkan polemik antara lain penyebaran sekolah negeri yang tidak merata di setiap kecamatan dan kelurahan serta tidak disesuaikan dengan jumlah calon siswa. Hal ini berdampak banyaknya calon siswa yang akhirnya tidak terakomodasi dan tidak dapat mendaftar di sekolah negeri manapun sehingga mereka kehilangan haknya untuk mendapat akses pendidikan. (C-5)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
Mau Tau Destinasi di Perbatasan RI-PNG? Datang Saja ke Festival Crossborder Sota 2019

MERAUKE (MERAPI) – Keindahan Indonesia susah untuk dibantah. Tersebar dari Sabang hingga Merauke. Begitu juga dengan destinasinya. Ada Titik Nol

Close