Peminat Semakin Banyak, Daftar Tunggu Haji Sukoharjo 23 Tahun

Petugas Kemenag Sukoharjo saat memberikan pelayanan pendaftaran ibadah haji pada masyarakat. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)
Petugas Kemenag Sukoharjo saat memberikan pelayanan pendaftaran ibadah haji pada masyarakat. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Daftar tunggu keberangkatan ibadah haji di Sukoharjo semakin bertambah panjang hingga 23 tahun. Apabila mendaftar sekarang maka calon jamaah haji baru akan diberangkatkan pada tahun 2042 mendatang. Hal tersebut terjadi karena tingginya animo masyarakat. Untuk mempermudah proses maka Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sukoharjo menerapkan sistem pelayanan online.

Kepala Kemenag Sukoharjo Ihsan Muhadi, Minggu (23/6) mengatakan, pergerakan daftar tunggu keberangkatan ibadah haji di Sukoharjo terus meningkat. Sebab data yang masuk dinamis dan menunjukan peningkatan signifikan dari masyarakat karena pendaftar terus bertambah banyak.

Dalam satu hari kantor Kemenag Sukoharjo bisa menerima pendaftaran calon jamaah haji sebanyak 20 – 30 orang. Jumlah tersebut bahkan bisa meningkat pada momen tertentu. Peningkatan jumlah pendaftar disebabkan karena tingginya kesadaran masyarakat untuk segera mendaftarkan diri agar bisa segera berangkat menjalankan ibadah haji. Selain itu juga karena faktor meningkatnya ekonomi masyarakat.

“Daftar tunggu keberangkatan ibadah haji di Sukoharjo posisi sekarang sudah sangat panjang. Artinya calon jamaah haji harus menunggu lama hingga lebih dari 23 tahun. Daftar sekarang maka baru bisa diberangkatkan tahun 2042 mendatang,” ujarnya.

Banyaknya pendaftar juga disebabkan karena sistem yang diterapkan oleh pemerintah sekarang lebih transaparan. Sebab pemerintah menerapkan aturan ketat bagi calon jamaah haji untuk bisa diberangkatkan.

“Warga atau masyarakat yang sudah pernah menjalankan ibadah haji maka baru bisa diberangkatkan lagi setelah 10 tahun. Itupun melalui sistem pendaftaran lagi jadi tidak asal diberangkatkan. Sebab pemerintah sudah mengatur agar warga masyarakat lain yang belum bisa diberangkatkan menjalankan ibadah haji,” lanjutnya.

Untuk mempermudah pelayanan pada masyarakat kantor Kemenag Sukoharjo sudah menyediakan aplikasi online. Perubahan sistem dari manual ke online sangat bermanfaat karena mampu mempercepat proses.

“Kemenag Sukoharjo memiliki program aplikasi smart haji. Disana sudah ada informasi jelas mengenai haji bagi warga masyarakat Sukoharjo,” lanjutnya.

Ihsan menambahkan, ada kebijakan baru dari pemerintah berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat yang akan mendaftar sebagai calon jamaah haji. Masyarakat tidak perlu harus meminta pelayanan pada pertugas berulang kali namun sekarang cukup sekali. Sebab Kemenag Sukoharjo sudah menyiapkan tempat dan petugas pelayanan.

Apabila dulu calon jamaah haji harus bolak balik meminta pelayanan saat mendaftar sebagai calon jamaah haji ke kantor Kemenag Sukoharjo dan bank. Maka sekarang bisa terlayani semua di kantor Kemenag Sukoharjo.

“Calon jamaah haji cukup membawa semua persyaratan yang telah ditentukan dan membawa uang pendaftaran datang ke kantor Kemenag Sukoharjo maka langsung diproses dan selesai,” ujarnya.

Sebelumnya masyarakat yang akan mendaftar sebagai calon jamaah haji harus bolak balik datang mendaftar ke kantor Kemenag Sukoharjo kemudian membayar uang pendaftaran ke bank. Selanjutnya kembali lagi ke kantor Kemenag Sukoharjo untuk melengkapi persyaratan. Proses tersebut membutuhkan waktu lebih dari satu hari. Namun sekarang sudah dipermudah cukup satu hari saja.

“Demi kenyamanan masyarakat khususnya calon jamaah haji karena cukup datang satu tempat dan semua terlayani,” lanjutnya. (Mam)

Read previous post:
Infrastruktur dan Pariwisata Ibarat Satu Keping Mata Uang

JAKARTA (MERAPI)- Satu keping mata uang itu, yang satu gambar, yang satu angka. Keduanya tak bisa dipisahkan. Keduanya terus menyatu

Close