Penampil Atraksi Budaya Semi Pedestrian Malioboro Akan Dikurasi

MERAPI-TRI DARMIYATI Masyarakat memanfaatkan uji coba rekayasa lalu lintas Malioboro semi pedestrian dengan berfoto-foto di tengah jalan.
Masyarakat memanfaatkan uji coba rekayasa lalu lintas Malioboro semi pedestrian dengan berfoto-foto di tengah jalan. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Pemerintah Kota Yogyakarta akan melakukan kurasi atau penilaian penampil seni budaya di Malioboro saat uji coba semi pedestrian tiap Selasa Wage. Penampilan pentas seni budaya tersebut untuk menghidupkan pedestrian Malioboro saat bebas kendaraan bermotor.

“Kami akan menunjuk orang yang melakukan kurasi seni budaya yang akan tampil di Malioboro. Ini agar menampilkan keanekaragaman seni di Yogyakarta dan memiliki standar memadai,” kata Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Minggu (23/6).

Heroe menyatakan, seni budaya yang akan ditampilkan tidak hanya seni tradisional, tapi juga modern. Ragam seni rupa dan peragaan busana juga bisa ditampilkan di area pedestrian Malioboro saat Selasa Wage. Termasuk seni musik yang beragama bisa dipentaskan.

“Tak hanya musik tradisional. Tapi juga musik klasik, kontemporer dan lainnya juga bisa ditampilkan. Sesuai kesepakatan tiap Selasa wage ada pentas seni pada sore dan malam hari. Pagi hari untuk kegiatan bersih-bersih Malioboro,” terangnya.

Dalam uji coba perdana semi pedestrian Malioboro pada Selasa (18/6) dimeriahkan pentas seni budaya yang diampu oleh Dinas Kebudayaan DIY. Seni budaya itu ditampilkan pada sore dan malam hari. Saat meninjau uji coba perdana semi pedestrian, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X juga meminta adaya aktivitas seni budaya tiap Selasa Wage.

Ia menyampaikan, nantinya yang tampil saat semi pedestrian Malioboro tidak hanya dari Kota Yogya. Tapi juga digilir dengan kabupaten lain di DIY karena provinsi juga akan melibatkan empat kabupaten di DIY untuk menampilkan kelompok seni budaya. Namun titik lokasi penampilkan masih dipetakan.

“Kami masih petakan titik-titik mana yang dipakai untuk mementaskan seni budaya ini agar lebih terasa suasana dan aura Yogya,” ujar Heroe.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Maryustion Tonang menilai kondisi Malioboro cukup ramai saat uji coba perdana semi pedestrian di Selasa Wage, dibandingkan saat Selasa Wage sebelumnya. Selama ini setiap Selasa Wage para pedagang kaki lima di Malioboro meliburkan diri dan melakukan kegiatan bersih-bersih.

“Dengan adanya Selasa Wage uji coba semi pedestrian ditambah atraksi seni budaya menambah daya tarik wisata Malioboro. Tidak menutup kemungkinan nantiny ada spot-spot foto tapi bernuansa budaya Yogya. Harapannya ini bisa memperlama masa tinggal wisatawan,” ucap Tion. (Tri)

Read previous post:
Festival Budaya Isen Mulang 2019 Ditutup Manis dengan Penampilan Fitri Carlina

PALANGKARAYA (MERAPI)- Artis Dangdut Fitri Carlina sukses menutup rangkaian Festival Budaya Isen Mulang 2019, Sabtu (22/6) malam. Acara yang berlangsung

Close