JAPFA GM & WGM CHESS TOURNAMENT 2019 – Khusnutdinov dan Phuong Hanh Juara

YOGYA (MERAPI) – Pecatur Kazakhstan, GM Khusnutdinov Rustam dan Vietnam, WIM Luong Phuong Hanh memastikan gelar juara Japfa Grand Master dan Women Grand Master 2019 di Hotel Grand Inna, Yogyakarta, Jumat (21/6). Di bagian putra, Rustam Khusnutdinov menjadi juara setelah di babak terakhir bermain remis dengan andalan Indonesia GM Susanto Megaranto.

Dari 11 babak yang berlangsung, Rustam mengoleksi 7,5 poin, unggul 0,5 poin dari dua pesaing terdekat, yakni Dimitri Kokarev dari Rusia dan pecatur muda tuan rumah MI Novendra Priasmoro.

Kokarev dan Novendra juga bermain remis di babak pamungkas. Unggulan utama Kokarev berbagi setengah angka dengan IM Sean Winshand Cuhendi dalam 30 langkah permainan Sisilia. Novendri remis dengan GM Ivan Sokolov dari Belanda setelah bermain alot 73 langkah permainan Hindia Raja.

Menurut Rustam, ia sangat nyaman bermain di turnamen yang diselenggarakan di Yogya. Namun ia sendiri tidak menyangka akan tampil sebagai juara. “Banyak pecatur yang bagus-bagus dan pecatur Indonesia juga banyak yang bagus. Saya tidak menyangka menjadi juara. Oleh karena itu, saya sangat senang,” kata pecatur berelo rating 2471 ini.

Selain gembira karena menjadi juara Rustam pun mengaku sangat senang bisa datang ke Indonesia dan jika diundang, tahun depan ia siap datang lagi untuk mempertahankan gelar.

“Saya sangat terkesan dan betah di sini. Apalagi atmosfir catur di sini sangat bagus. Indonesia memiliki banyak pecatur bagus dan berbakat,” kata penyandang tiga kali juara nasional junior Kazakhstan ini.

Di bagian putri, harapan pecatur Indonesia jadi juara sirna setelah WMI Chelsie Monica Sihite takluk di tangan pecatur Vietnam WIM Luong Phuong Hanh di babak Pamungkas, Jumat (21/6).

Dalam pertandingan kategori WGM, Chelsie menyerah pada langkah ke-85 permainan Sisilia. Chelsie merupakan pecatur Indonesia yang paling berpeluang menjadi juara karena hingga babak ke-10 masih memimpin perolehan poin bersama Luong Phuong Hanh. Apalagi di pertandingan terakhir itu, Chelsie sedikit diuntungkan dengan mengendalikan buah putih.

Kedua pecatur terlibat pertarungan sengit karena hasil remis akan memberikan gelar juara kepada WGM Tsatsalashvili Keti. Keti yg bermain agresif dengan pembukaan Gambit Menteri di babak akhir mencatat kemenangan atas WIM Pujari Rucha dalam 71 langkah. Keti sendiri akhirnya harus puas di posisi dua karena kalah Tie Break 2 dari Hanh dengan perbandingan 37,25-36,25.

Pengurus Besar (PB) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) pun kecewa menyusul performa yang dipertunjukkan pecatur tuan rumah. Ketua Bidang (Kabid) Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PB Percasi Kristianus Liem mengakui hal itu. Kris, sapaan akrabnya menyebut raihan dalam turnamen kali ini dinilai cukup memuaskan. Meski begitu, ada evaluasi mendasar yang akan dilakukan terutama melihat performa keseluruhan para pecatur tanah air.

“Terlalu banyak pertarungan yang berakhir remis, tanpa ada pertarungan. Mungkin ini masalah mental. Misalnya, saat Susanto (Megaranto) bertemu pecatur asing maka akan main habis-habisan tapi kalau ketemu rekan senegara, malah remis yang tanpa pertarungan, padahal turnamen seperti ini kesempatan besar. Ini terjadi juga untuk pecatur-pecatur muda yang ketika bertemu rekan senegaranya itu tidak bertarung habis-habisan,” ungkap Liem, kemarin.

Meski demikian, Liem mengungkapkan ada beberapa hal positif yang didapatkan dari para pecatur Indonesia dari even ini. Diantaranya adanya dua pecatur putri yang mendapatkan norma WGM yakni Chelsie Monica dan WIM Ummi Fisabililah. Pun, meningkatnya keseriusan bermain dari IM Priasmoro Novendra yang menunjukkan daya juang ketika meladeni pecatur-pecatur lainnya selama 11 babak. (*)

Sumber: Antara

Read previous post:
MUSORNASLUB KONI PUSAT – Muddai Madang Siap Bertarung Sportif

JAKARTA (MERAPI) - Dua kandidat dipastikan akan memperebutkan kursi Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 dalam Musyawarah Organisasi Nasional Luar

Close