Pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto Dilanjutkan

MERAPI-ANTARA/LUQMAN HAKIM Sri Sultan Hamengku Buwono X menjawab pertanyaan awak media seusai mengikuti jamaah Shalat Id di Alun-alun Utara, Yogya, Rabu (5/6).
Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Antara)

WATES (MERAPI) – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta akan melanjutkan pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kabupaten Kulonprogo dengan mengubah desain teknis, sehingga dapat segera dioperasikan.

“Harus ada perubahan desain, supaya pasir laut tidak masuk,” kata Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kulonprogo, Rabu (19/6).

Ia mengatakan perubahan desain ini untuk mengantisipasi pasir laut masuk ke dalam kolam pelabuhan atau alur pintu masuk pelabuhan. “Kalau pasir laut masuk, masa setiap tahun saya harus mengeluarkan uang Rp2 miliar untuk mengeruk pasir,” katanya.

Sultan mengatakan saat ini, usulan penyelesaian Pelabuhan Tanjung Adikarto sedang dikaji di Kementerian Keuangan.

“Baru akhir tahun, ada kepastiannya,” katanya seperti dilansir Antara.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kulonprogo Akhid Nuryati meminta pemerintah provinsi secepatnya mencarikan solusi penyelesaian Pelabuhan Tanjung Adikarto supaya tidak hanya menjadi dermaga impian.

Akhid mengatakan saat ini, kondisi bangunan dan infrastruktur pendukung Pelabuhan Tanjung Adikarto sangat memprihatinkan. Beberapa bangunan atapnya sudah rusak, jalan kawasan dermaga ambles, seperto perumahan untuk pendukung pelabuhan juga sudah rusak.

“Pelabuhan Tanjung Adikarto ini dibangun dengan dana yang tidak sedikit, sekitar Rp 450 miliar. Harapan saya, pelabuhan ini tidak dibiarkan mangkrak, dan tidak bisa dimanfaatkan,” harapnya.

Ia mengatakan warga Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, berusaha memanfaatkan Pelabuhan Tangjung Adikarto ini dengan baik. Di sini sudah dibentuk Pordarwis, disiapkan peraturan desa, tetapi terkendala oleh kewenangan pengelolaan Pelabuhan Tanjung Adikarto yang ada di Pemda DIY, dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan.

Untuk itu, Pemerintah Kulonprogo dan DIY perlu segera menjalin koordinasi untuk menemukan solusi atas permasalahan itu.

“Kemarin sempat ada wacana yang disampaikan ke kami bahwa di 2019 ini dana provinsi akan mengalokasikan anggaran KPBU untuk pelabuhan ini, tapi ya harus segera direalisasikan. Mengingat, kalau tidak segera dieksekusi, supaya tidak rusak fasilitasnya. Dulu, pemerintah pusat memiliki impian Pelabuhan Tanjung Adikarto, akan hanya menjadi dermaga impian,” katanya. (*)

Read previous post:
Ada Catta di Skouw, Kunjungi Deh Saat Festival Crossborder

JAYAPURA (MERAPI)– Tidak lengkap rasanya ke Festival Crossborder Skouw 2019 tanpa berkunjung ke destinasi wisata. Crossborder yang masuk dalam wilayah

Close