WARGA ANTUSIAS UJICOBA SEMI PEDESTRIAN-Penasaran Lihat Malioboro Tanpa Kendaraan Bermotor

MERAPI-TRI DARMIYATI Masyarakat memanfaatkan uji coba rekayasa lalu lintas Malioboro semi pedestrian dengan berfoto-foto di tengah jalan.
MERAPI-TRI DARMIYATI Masyarakat memanfaatkan uji coba rekayasa lalu lintas Malioboro semi pedestrian dengan berfoto-foto di tengah jalan.

UMBULHARJO (MERAPI)- Rekayasa lalu lintas di Malioboro untuk mendukung semi pedestrian diujicobakan mulai Selasa (18/6) dan mendapat respons positif warga. Masyarakat mulai dari pengunjung dan pengemudi becak merasakan konsep semi pedestrian membuat lalu lintas Malioboro lebih lancar dan tidak semrawut. Tapi jika kebijakan semi pedestrian diterapkan seterusnya, warga masih pikir-pikir.
Salah seorang warga Ricardus Arga Atmaja (22) mengatakan sengaja datang ke Malioboro untuk melihat suasana saat uji coba semi pedestrian. Warga Gamping, Sleman itu mengaku penasaran dengan kondisi Malioboro saat semi pedestrian setelah mendapati informasi di media sosial terkait aturan itu.
“Penasaran suasananya, sekalian liburan. Jarang-jarang ada car free daydi Yogya. Walupun belum full car free day tapi ini lumayan lebih bisa menikmati Malioboro. Bisa foto-foto,” kata Arga usai berfoto di tengah Jalan Malioboro, Selasa (18/6).

Tapi dia mengaku masih pikir-pikir, jika semi pedestrian Malioboro itu diteruskan selamanya. Pasalnya akses ke Malioboro akan terasa sulit karena kantong parkir dinilai jauh. Oleh sebab itu diharapkan keberadaan kantong parkir yang dekat Malioboro. “Parkir di Abu Bakar Ali masih terlalu jauh. Saya tadi pilih parkir di mal yang lebih dekat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Ardiawan warga Tegalrejo yang menyempatkan diri melintasi Malioboro dengan bersepeda dari Pakem sebelum pulang ke rumah. “Bagus. Lebih enak tidak semrawut,” tambah Ardi.
Tapi dia juga masih berpikir apabila semi pedestrian diterapkan seterusnya karena akan menyulitkan akses ke Malioboro. Misalnya dia yang biasanya ke toko sepeda di Malioboro jadi sulit karena parkir kendaraan menjadi lebih jauh. “Kalau yang niat tujuan wistawan jalan-jalan, ini enak. Tapi kalau yang perlunya belanja, akses parkir terdekat perlu disiapkan. Tapi ini kan masih uji coba dulu,” terang Ardi.

Sementara itu sebagian pengemudi becak mengaku masih melihat dulu dampak dari penerapan uji coba semi pedestrian itu. Tapi diakui para pengemudi becak, penerapan semi pedestrian di Malioboro membuat lalu lintas lebih lancar. Mereka berharap aturan tersebut juga dapat menguntungkan para pengemudi becak.
“Memang lebih lancar mengemudi becaknya. Tapi ini masih sepi penumpang karena kemarin sudah masa liburan. Khawatir juga kalau pengunjung Malioboro jadi berkurang karena aksesnya sulit,” papar pengemudi becak, Heri Siswoyo dan Joko Pranoto.
Dari pantauan Merapi kemarin, lalu lintas di Malioboro cukup lengang karena kendaraan bermotor dilarang masuk. Tapi kendaraan masih bisa melintas melalui sirip- sirip Malioboro yakni Jalan Sosrowijayan bisa melintas dan keluar lewat sirip Jalan Perwakilan, Jalan Suryatmajan bisa melintas ke Jalan Pajeksan. Lalu lintas kendaraan dari Jalan Suryotomo, Jalan Mataram menuju ke arah Malioboro juga lancar pada kemarin pagi. Tidak ada kepadatan lalu lintas maupun perlambatan laju kecepatan pengedara. Tapi tidak sedikit warga yang tidak tahu dan bertanya petugas Dinas Perhubungan (Dishub).

Para pengendara lalu diarahkan ke luar Malioboro melewati sirip-sirip Jalan Malioboro.
“Uji coba pertama ini akan dilanjutkan tiap Selasa Wage dengan mencoba menutup lalu lintas kendaraan bermotor. Pengaturan lalu lintasnya sudah diatur. Hanya menutup di Malioboro,” kata Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi, saat meninjau uji coba semi pedestrian di Malioboro, Selasa (18/6).
Menurutnya pada ujicoba semi pedestrian pertama kemarin pagi lalu lintas di sekitar kawasan Malioboro terbilang lancar. Tapi dia menyatakan tidak menutup kemungkinan ada kepadatan lalu lintas di waktu lain seperti sore hari pada jalan-jalan sekitar Malioboro seperti Jalan Pasar Kembang dan Jalan Abu Bakar Ali.
“Tidak menutup kemungkinan pada sore hari ada kepadatan yang dapat yang menumpuk di sekitar Malioboro. Kalau numpuk diskresi-nya bisa dibuka dan ditutup. Ini baru ujicoba,” terangnya. Gubernur DIY, Sri Sultan HB X juga nampak mencoba berjalan-jalan di Malioboso saat ujicoba kemari, dengan ditemani Walikota Yogya Haryadi Suyuti.(Tri)

Read previous post:
Olahraga Ayam Laga Beda dengan Judi Sabung Ayam

PENGGEMAR atau hobiis ayam datang dari berbagai kalangan. Sebagian di antaranya senang mempunyai klangenan ayam-ayam laga atau petarung. Mayoritas ayam

Close