PELAKU DISERET KE PENGADILAN-Bakar Surat Suara Pemilu Karena Jengkel Ulah Politikus

WONOSARI (MERAPI)-Kasus perusakan dan pembakaran surat suara di TPS 9 Dusun Jaranmati, Karangmojo, Gunungkidul pada Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April lalu mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Wonosari. Pelaku MWK (21) mengaku membakar surat suara karena kecewa dengan tingkah para politisi di Jakarta.
“Perkara ini sudah mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Wonosari,” kata Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Sumarsono SH kepada wartawan, Selasa (18/6).
Dikatakan, sidang perusakan dan pembakarat surat suara dalam pemilu bulan April lalu ini akan berjalan secara maraton. Kurang lebih selama sepekan dan untuk hari kedua sidang, Selasa kemarin, jaksa menghadirkan keterangan dari terdakwa pelaku perusakan.
Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Trijoko Yohanes Gantar Pamungkas SH dan 2 Hakim Anggota, Agung Budi Setiawan SH serta Melia Nur Pratiwi SH, pelaku mengaku membakar surat suara karena kesal melihat tingkah laku 3 politikus nasional di Jakarta.

Namun hal apa yang membuatnya kesal, tak dijelaskan rinci.
“Hari ini (kemarin), agendanya pemeriksaan dan terdakwa secara kooperatif sudah melakukan pengakuan. Sidang dilanjutkan dengan agenda pembacaan tuntutan Rabu (hari ini),” imbuhnya.
Jaksa penuntut umum sekaligus Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gunungkidul, Ari Hani Saputri SH mengatakan, agenda sidang dengan pemeriksaan terdakwa bertujuan untuk mencocokkan keterangan dari 10 saksi yang dihadirkan dalam persidangan sebelumnya. Keterangan terdakwa sudah sesuai dengan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan dalam persidangan sebelumnya. Selain itu, ia menyebut ada fakta menarik saat terdakwa ditanyai motif pembakaran surat suara tersebut. “Terdakwa mengaku karena kesal melihat tiga politikus yang kerjanya tidak benar seperti Setya Novanto, Fahri Hamzah dan Fadli Zon,” ucapnya.

Sebagaimana diberitakan, kasus pembakaran surat suara saat pemilu April yang lalu terjadi di TPS 09, Dusun Jaranmati II, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul. Atas kejadian itu, terdakwa akhirnya dilaporkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul ke Polres Gunungkidul dan selanjutnya kasus tersebut masuk penyelidikan Gakkumdu. Saat dilakukan penyidikan dan proses hukum, ternyata perkara tersebut memenuhi unsur dalam delik pidana pemilu, hingga akhirnya diproses Polres Gunungkidul. Setelah melalui tahap pembahasan oleh sentra Gakumdu, perkara ini diproses sampai pengadilan. (Pur)

Read previous post:
MERAPI-ANTARA/SUTARMI Kepala Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid.
DITERAPKAN DISDIKPORA GUNUNGKIDUL: Pendaftaran Sistem “Online” Siswa SD

WONOSARI (MERAPI) - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul akan menerapkan pendaftaran online Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Close