SIDANG PENGANIAYAAN SUPORTER- Korban Tewas Terkena Lemparan Baru


 Saksi M Isnan (kanan) dan teman korban saat memberi keterangan di muka persidangan PN Sleman. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Saksi M Isnan (kanan) dan teman korban saat memberi keterangan di muka persidangan PN Sleman. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

SLEMAN (MERAPI)- Dua penganiaya suporter, Dwd (23) dan RC (21) kembali diajukan ke muka persidangan Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Senin (17/6). Dalam persidangan, kematian korban M Asadullah salah satu simpatisan BCS sebagai salah satu suporter PSS Sleman setelah terkena lemparan batu para terdakwa.


“Saya sebelumnya mendapat WA kalau adik saya (korban,red) terkena lemparan batu saat menyaksikan pertandingan PSS Sleman,” ujar M Isnan Al Kaziz saat memberikan keterangan di muka persidangan.
Setelah mendapat kabar tersebut, saksi sebagai kakak kandung langsung datang ke rumah sakit Dr Sardjito Yogyakarta. Saat itu saksi melihat adiknya sudah berlumuran darah dalam kondisi tak sadarkan diri.


“Saat itu jam 11 malam adik saya harusnya dioperasi karena luka yang sangat parah. Tetapi karena stok darah habis maka harus menunggu pasokan darah. Tetapi sekitar jam 12 malam adik saya telah meninggal,” lanjut M Isnan menjelaskan.


Disebutkan, sebelum menyaksikan pertandingan PSS Sleman, korban M Asadullah warga Klaten Jawa Tengah selalu pamitan kepada orang tua sebelum menyaksikan pertandingan sepakbola. Semula keluarga tak mendapat firasat apapun dengan kepergian korban untuk menyaksikan sepakbola.


Tetapi pada malam hari, saksi baru mendapat kabar kalau adiknya menjadi korban lemparan batu saat menyaksikan pertandingan sepakbola.


“Selama ini saya tak mengetahui kalau kedua terdakwa adalah pelakunya. Karena sebelumnya kami sebagai keluarga tidak berada di lokasi. Kami mengetahui kalau kedua terdakwa sebagai pelaku pelemparan setelah ditangkap polisi,” tegas saksi M Isnan.


Untuk itu pihak keluarga menerima kematian M Asadullah dengan ikhlas. Meski begitu pihaknya meminta agar majelis hakim memberikan hukuman setimpal kepada para pelaku. (C-5)



Read previous post:
Nowela Bikin Pecah Festival Crossborder Sota 2019

MERAUKE (MERAPI) – Pecah! Seperti itulah gambaran puncak Festival Crossborder Sota 2019, Minggu (16/6/2019). Lapangan Pattimura di Distrik Sota, Merauke,

Close