Parkir Sembarangan Pegawai Dinkes

Kondisi parkir di Jln Diponegoro atau tepat depan Dinkes Pati yang terlihat semrawut. (foto / Alwi Alaydrus).
Kondisi parkir di Jln Diponegoro atau tepat depan Dinkes Pati yang terlihat semrawut. (foto / Alwi Alaydrus).

PATI (MERAPI) – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati dr Edi Siswanto mengaku sangat geram melihat kondisi parkir yang terjadi di depan kantornya, yang berlokasi Jl Diponegoro (bagian timur). Karena posisi parkir roda empat menghabiskan sebagian badan jalan, sehingga sangat mengganggu pengguna jalan.

“Ini akibat pegawai ke kantor membawa mobil. Padahal, kami sudah sering mengimbau karyawan untuk berkendara motor saja, karena tempat parkir sangat sempit. Tapi sayangnya, imbauan itu tidak digubris’ ungkap Edi Siswanto, Sabtu (15/06).

“Mungkin sudah menjadi gaya hidup di era sekarang, bahwa para pegawai pergi kantor harus menggunakan mobil’ ujarnya dengan nada bertanya.

Untuk mengatasi minimnya tempat parkir, dia mengaku akan menyiapkan lahan parkir disamping kantor Dinkes. “Ada lahan kosong milik warga, tapi pemiliknya masih enggan menjual. Untuk sementara masih dilakukan negosiasi. Nanti jika pemiliknya mau melepas, bisa digunakan untuk lokasi parkir” tambahnya.

Gerakan Tertib

Sementara itu, kepala Satpol PP Pati, Hadi Santoso mengaku telah sukses mencapai target pelaksanaan Gerakan Pati Tertib dan Tenteram. Kesukseskan dicapai, melalui program Guyub Rukun Bersinergi Mewujudkan Gerakan Pati Tertib dan Tenteram. Yang bertujuan untuk mengajak para stakeholder dan masyarakat Pati agar secara sadar ikut menjaga ketertiban serta patuh dan taat pada aturan yang berlaku.

“Dari 11 jenis ketertiban yang diatur dalam Perda dan Perbup, lima diantaranya berhasil penegakannya. Padahal target jangka pendek kami hanya tiga saja”, ujar Hadi Santosa.

Menjawab pertanyaan wartawan, kepala Satpol PP Pati mengaku perlu bersinergi dengan para stakeholder dan OPD terkait. “Misalnya dalam penanganan PGOT, anak jalanan, PKL, pelanggaran perijinan, reklame liar, pembuangan sampah, bangunan liar, perlu dikoordinasikan dengan stakeholder terkait, sehingga menjadi tanggungjawab bersama”, imbuhnya. (Cuk)

Read previous post:
Festival Isen Mulang Tampilkan Warna Budaya Suku Dayak

PALANGKARAYA (MERAPI) - Festival Isen Mulang 2019 kembali digelar. Rangkaian kegiatan berlangsung selama enan hari, 17-22 Juni. Acara yang menyajikan

Close