DUGAAN PUNGLI DI WISATA KALIADEM – Inspektorat Sleman Turun Tangan

MERAPI-AWAN TURSENO Kegiatan wisata lava tour di Merapi.
MERAPI-AWAN TURSENO
Ilustrasi wisata lava tour di Merapi.

SLEMAN (MERAPI) – Inspektorat Kabupaten Sleman turun tangan terkait dugaan pungli di objek wisata Kaliadem Cangkringan Sleman. Apalagi hal ini sudah menjadi perhatian publik, termasuk pemberitaan di media.
“Terkait adanya dugaan pungli penyelenggaraan lava tour akan kita ambil langkah tegas. Pasalnya ini berdampak tidak bagus untuk citra pariwisata Sleman. Termasuk wisata Lava Tour itu sendiri,” ujar Inspektur Inspektorat Sleman Budiharjo, Minggu (16/6).

Beberapa langkah yang sudah diambil Inspektorat antara lain, mencari atau membuktikan kebenaran atas pengaduan tersebut. Inspektorat menurunkan tim pemeriksaan khusus untuk mengumpulkan data, dokumen maupun permintaan keterangan pada pihak terkait. Serta hal lain yang diperlukan berkaitan dengan permasalahan ini.

“Jadi kami tidak bisa langsung menjustifikasi benar atau salah atas pengaduan tersebut. Selanjutnya hasil dari pemeriksaan ini sebagai bahan pengambilan keputusan pimpinan,” urainya.

Sementara itu dari Dinas Pariwisata Sleman juga sudah mengumpulkan sejumlah pihak yang berkaitan dengan masalah ini. Berdasarkan informasi dari Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (PMD), memang ada Peraturan Desa (Perdes). Tapi itu tahun 2017 dan masih akan di pastikan apakah sudah melalui prosedur yang benar. Mekanisme dan disetujui bupati, masih akan di cek. “Dari Inspektorat juga melakukan kajian dari laporan ini. Termasuk cek langsung ke lapangan. Harapannya kejadian ini tidak terulang,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan pungutan liar yang terjadi di objek wisata Kaliadem Kecamatan Cangkringan kembali terjadi. Diduga ada oknum yang sengaja memanfaatkan momentum lebaran guna menarik sejumlah uang kepada wisatawan. Di sana ada dua retribusi yang harus dibayar wisatawan. Retribusi masuk objek wisata kawasan Kaliadem yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata (Dispar). Sesuai dengan Perda Nomor 3/2016, pengunjung harus membayar Rp 2.000 untuk hari biasa dan Rp 3.000 pada akhir pekan atau hari libur.

Lalu muncul satu karcis lagi yang bertuliskan ‘Solidaritas Taxi Motor Jelajah’, berupa tiket jasa pandu dan rental motor, ojek (Volcano Tour Merapi). Untuk yang bertujuan ke Petilasan Rumah Mbah Maridjan dikenai tarif Rp 30 ribu, bunker Rp 50 ribu, petilasan rumah Mbah Maridjan dan bunker Rp 60 ribu, Medium Rp 120 ribu serta Long Rp 150 ribu. (Awh)

Read previous post:
IMA Chapter Sleman Gelar Lomba Video Kreatif

SLEMAN (MERAPI) - IMA (Indonesian Marketing Associacion) Chapter Sleman menggelar lomba video kreatif promosi daya tarik Sleman. Lomba terbuka untuk

Close