Peternak Keluhkan Harga Sapi Menurun

MERAPI-BAMBANG PURWANTO Penjualan sapi di Pasar hewan Siyonoharjo.
MERAPI-BAMBANG PURWANTO
Penjualan sapi di Pasar hewan Siyonoharjo.

WONOSARI (MERAPI) – Peternak sapi di Kabupaten Gunungkidul mengeluhkan turunnya harga hewan ternak terutama sapi dan kambing dalam dua minggu terakhir hingga Jumat (14/6). Sebulan lalu harga sapi yang sudah mengalami penurunan sekitar 5-10 persen, kini semakin turun hingga mencapai 20 persen. Untuk jenis sapi potong program penggemukan rata-rata mengalami penurunan sekitar Rp 750.000 hingga Rp 1.000.000. Harga semula Rp 18.000.000, hini hanya Rp 17.500.000, dengan tingkat daya beli semakin menurun.

“Banyak peternak yang telanjur membawa sapi ke pasar untuk dijual terpaksa dibawa pulang lantaran harganya menurun,” kata Tumiyo (56) pedagang sapi warga Tanjungsari di pasar Munggi, Jumat (14/6).

Hingga saat ini peternak dibuat bingung dengan kondisi harga pasar yang cenderung fluktuatif. Hampir setiap minggu harganya terus menurun dan kondisi seperti ini dikhawatirkan akan terus berlanjut. Sementara penyebab turunnya harga sapi juga belum diketahui apakah dampak terjadinya serangan antraks di Kecamatan Karangmojo atau bertepatan dengan menjelang pendaftaran sekolah bagi siswa SMP/SMA/SMK dan perguruan tinggi. Tetapi dari sejumlah pedagang menyatakan bahwa saat ini memang terjadi penurunan permintaan pasar.

“Kami berharap pemerintah turun tangan terkait dengan kondisi harga ternak yang terus menurun ini,” imbuhnya.

Penurunan harga ternak di Gunungkidul ini tidak hanya untuk jenis sapi tetapi juga kambing. Untuk harga kambing yang dua minggu lalu dalam kisaran antara Rp 1.500.000 kini turun dalam kisaran Rp 1.300.000-Rp 1.400.000. Sedang kambing pejantan harganya dalam kisaran Rp 2.000.000, hingga Rp 2.300.000,/ekor. Sedangkan untuk kambing indukan saat ini harganya hanya dalam kisaran Rp 1.400.000-Rp 1000.000, padahal dua minggu sebelumnya harganya dalam kisaran antara Rp 1.200.000-Rp 1.300.000. “Prediksi harga sapid an kambing ini diperkirakan akan mulai membaik pada bulan Juli-Agustus mendatang,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Broto dihubungi menyatakan terjadi penurunan harga ternak dalam beberapa hari terakhir ini bukan semata-mata karena disebabkan adanya serangan penyakit antraks di Kecamatan Karangmojo. Berbagai upaya untuk mencegah penularan dan menimbulkan dampak terhadap harga jual teranak sudah dilakukan. Diantaranya melakukan pembatasan penjualan sapi terutama di wilayah yang diindikasikan terjadi serangan antraks.

“Kami meyakini adanya serangan antraks di Kecamatan Karangmojo tidak berdampak terhadap penurunan harga, karena semua sudah diantisipasi,” terangnya. (Pur)

Read previous post:
Bus pengangkut warga Nahdliyin menjemputnya di arus balik lebaran. (foto:Abdul Alim)
Arus Balik Warga Nahdliyin Difasilitasi LTM PW NU

KARANGANYAR (MERAPI) - Lembaga Takmir Masjid (LTM) PW NU Jawa Tengah memulangkan warga Nahdliyin dari daerah ke perantauannya di Jabodetabek,

Close