WISATA YANG “INSTAGRAMABLE” – Pantai Ngrawe Dikembangkan

MERAPI-ANTARA/SUTARMI Pantai Ngrawe yang "instagramable" di media sosial.
MERAPI-ANTARA/SUTARMI
Pantai Ngrawe yang “instagramable” di media sosial.

TANJUNGSARI (MERAPI) – Pelaku wisata di Kabupaten Gunungkidulta, menyulap Pantai Ngrawe di Kecamatan Tanjungsari menjadi pantai yang “instagramable” di media sosial (medsos). Salah seorang pedagang Pantai Ngrawe, Rudi, Rabu (12/6) mengatakan pantai Ngrawe sekitar dua tahun lalu masih ditumbuhi pandan dan kebun jagung.

“Pantai tersebut dikembangkan pengusaha, dan bukan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul namun warga sekitar bisa memanfaatkan untuk berjualan, secara gratis,” jelas Rudi dilansir Antara.

Ia mengatakan pantai tersebut tergolong masih baru dan saat ini masih dalam pengembangan pengelola Pantai Ngrawe. Dia menyebut sepengatahuannya pantai ini masih sekitar 20 persen dari total yang akan dikembangkan. “Gazebo ini dibuatkan pengelola khusus untuk warga, dan tidak dikenakan biaya sewa gazebo,” katanya.

Setiap hari tak hanya akhir pekan dan liburan, Pantai Ngrawe dikunjungi ratusan wisatawan untuk sekadar berfoto. “Untuk nama Ngrawe ini saya sendiri tidak mengetahui, sejak dulu memang namanya seperti itu,” jelasnya.

Pantai Ngrawe memiliki hamparan rumput dipadukan dengan pembuatan taman, sehingga memiliki pesona sendiri. Beberapa gazebo digunakan masyarakat sekitar menjajakan makanan. Selain itu bentuk taman yang dilengkapi kursi, dan tanaman palem membuat suasana semakin asri sehingga pengunjung betah berlama-lama disana. Selain itu, hamparan pasir putih membuat pantai ini cukup indah dipandang mata. Tak sedikit pengunjung yang mengabadikan menggunakan gawainya.

Untuk mencapai pantai tersebut, pengunjung masuk melalui pos retribusi Pantai Baron, menuju ke Pantai Kukup. Sebelum masuk ada pertigaan menuju Pantai Mbuluk. Setelah kurang lebih lima menit perjalanan, menemukan simpang tiga yang terdapat penunjuk jalan ke Pantai Ngrawe dan Pantai Mbuluk, di sekitar simpang tiga itu terdapat area parkir.

Untuk biaya parkir Rp 3.000 sepeda motor, tak ada biaya tambahan untuk bisa masuk ke pantai karena sudah membayar retribusi Rp 10.000.

Namun untuk sampai Pantai Ngrawe, wisatawan harus berjalan kaki ke arah barat menyusuri jalan setapak menyusuri rerimbunan pandan dan cemara. Selain melalui jalan tersebut, pengunjung bisa memarkirkan kendaraan di Pantai Kukup. Kalau air sedang surut, pengunjung bisa berjalan menyusuri Pantai Kukup menuju ke arah barat. Salah satu pengunjung Pantai Ngrawe Adit mengatakan Pantai Ngrawe sangat cocok untuk swafoto, suasananya keren beda dengan lokasi pantai lainnya. Dia berharap ke depan tidak ada konflik seperti destinasi wisata lain sehingga bisa berkembang dengan baik. “Pantai ini bila dikelola kolaborasi dengan masyarakat, ke depan akan semakin baik,” katanya. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Tim Gabungan Tutup Paksa Empat Toko Modern

SUKOHARJO (MERAPI) - Sebanyak empat toko modern ditutup paksa oleh tim gabungan Pemkab Sukoharjo. Penutupan dilakukan karena pemilik toko melakukan

Close