Oknum Mahasiswa Menangis dan Minta Maaf Usai Bunuh Pacar

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Terdakwa dimasukkan ke mobil tahanan untuk dikembalikan ke rutan setelah menjalani persidangan.
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Terdakwa dimasukkan ke mobil tahanan untuk dikembalikan ke rutan setelah menjalani persidangan.

BANTUL (MERAPI)-Seorang oknum mahasiswa, SS bin Margono (27) warga Mulyaguna Teluk Gelam Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan mulai diajukan ke muka persidangan Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Rabu (12/6). Terdakwa sebagai mahasiswa rantau didakwa telah membunuh pacar barunya hingga tewas. Kasus ini menjadi heboh setelah terdakwa membawa mayat korban menggunakan motor ke wilayah Magelang sebelum dibuang.
Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa Dany P Febriyanto SH terungkap, pada Kamis 21 Februari 2019, terdakwa mengajak pacarnya korban Annisa yang juga seorang mahasiswi untuk jalan-jalan.
Setelah itu terdakwa menjemput korban di rumahnya di kawasan Malioboro Yogyakarta menggunakan sepeda motor. Saat itu terdakwa mengajak korban ke hutan pinus Mangunan Dlingo Bantul untuk jalan-jalan. Mereka pulang ke kos terdakwa di Pedak Baru Karangbendo Banguntapan Bantul sekitar pukul 16.00.

Sesampainya di kos, keduanya masuk ke dalam kamar dan sempat ngobrol sebelum korban menghidupkan laptop untuk mengerjakan tugas skripsi. Setelah itu korban tidur rebahan di kasur dan menceritakan kalau dirinya masih memiliki pacar selain terdakwa.
Akibat pengakuan itu, terdakwa kesal dan merasa telah dibohongi. Keduanya pun terlibat cekcok. Puncaknya, terdakwa langsung mencekik leher saksi korban sekuat tenaga selama 3 menit. Akibatnya korban tak bergerak dan diketahui telah tewas.
Melihat korban tewas, terdakwa menangis dan berusaha membangunkan saksi korban sambil meminta maaf. Tetapi tubuh korban tak bisa bergerak lagi yang menandakan nyawanya melayang.
Usai melakukan aksinya, terdakwa keluar kamar kos lalu cuci muka dan mengunci pintu kamar. Dia pun pergi beli rokok sambil menenangkan diri. Setelah itu korban salat Magrib lalu dilanjutkan salat Isya. Dia bingung harus berbuat apa.

Setelah itu pada Jumat 22 Februari dinihari pukul 00.30, mayat korban dibungkus selimut dan dibawa ke wilayah Magelang menggunakan sepeda motor. Setelah sampai di saluran irigasi, mayat dibuang ke sungai dan terdakwa kembali ke kos. Selanjutnya laptop milik korban dijual oleh terdakwa hingga laku Rp 1,7 juta.
Sementara HP milik korban, yakni Xiaomi digunakan terdakwa dan barang lainnya disimpan di kamar kos. Perbuatan terdakwa sendiri dijerat dengan pasal 338 KUHP.
Atas dakwaan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya, Edy Haryanto SH tak keberatan dengan dakwaan jaksa. Untuk itu jaksa dalam sidang berikutnya akan memanggil dan memeriksa para saksi. (C-5)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Rerata Nilai USBN Matematika di Yogya Anjlok

UMBULHARJO (MERAPI) - Rerata nilai Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD tahun ajaran 2018/2019 di Kota Yogyakarta menempati urutan kedua

Close