Perbaikan Talut Juminahan Tersendat

Talut longsor di Kampung Juminahan Tegalpanggung belum diperbaiki dan masih ditutup terpal. (MERAPI-TRI DARMIYATI)
Talut longsor di Kampung Juminahan Tegalpanggung belum diperbaiki dan masih ditutup terpal. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Talut permukiman di Sungai Code yang longsor akibat badai Cempaka November 2017, hingga kini belum diperbaiki. Pasalnya paket pekerjaan itu sempat gagal lelang sehingga tersendat. Kini perbaikan talut masih dalam tahap lelang ulang.

“Sekarang dilelang ulang karena tidak ada peserta yang mendaftar saat lelang pertama. Sudah ada peserta yang mendaftar pada lelang ulang ini,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Hari Wahyu, Rabu (12/6).

Hari menjelaskan, gagalnya lelang pekerjaan perbaikan itu terkait syarat peserta lelang dengan spefisikasi perusahaan nonkecil. Kini pada lelang ulang, spefisikasi perusahaan direvisi menjadi perusahaan kecil. Sebenarnya saat lelang pertama walaupun perusahaan non kecil, lanjutnya, perusahaan kecil bisa ikut. Tapi ternyata tidak ada peserta yang memasukkan berkas pengajuan.

Anggaran perbaikan talut di Juminahan senilai Rp 4 miliar dari pemerintah pusat. Talut longsor yang akan diperbaiki mencapai sekitar 135 meter dan tinggi 5 meter. Panjang talut longsor itu sudah meluas dibandingkan longsor awal akibat hujan lebat badai cempaka yang kurang dari 100 meter. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Bangkai Ikan 2 Ton yang Cemari Laguna Trisik Dikubur

WATES (MERAPI) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulonprogo mengubur dua ton bangkai ikan di Laguna Pantai Trisik dengan menggunakan

Close