Amis-Amisan Hambat Kanker

MERAPI-SULISTYANTO Bagian daun tanaman amis-amisan tampil khas dan berkhasiat.
MERAPI-SULISTYANTO
Bagian daun tanaman amis-amisan tampil khas dan berkhasiat.

TANAMAN berkhasiat jenis amis-amisan memiliki nama latin Houttuynia cordata. Khususnya di negara Thailand biasa disebut Phlu kao, dan diyakini dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menghambat pertumbuhan kanker, musuh tekanan darah rendah, wasir maupun sembelit.

Tak kalah penting, khasiat dari tanaman ini antara lain sebagai anti asma, anti radang, anti bakteri dan musuh influensa. Ramuan alaminya untuk menggempur influenza, yakni bisa menggunakan 30 gram daun segar amis-amisan yang sudah dicuci bersih. Setelah itu direbus menggunakan 400 mililiter air sampai tinggal 200 mililiter. Lalu disaring dan airnya diminum, sehari dua kali, baik pagi maupun sore hari. Lain halnya sebagai musuh sesak nafas ataupun asma, yakni bisa menggunakan 30 gram tanaman segar amis-amisan yang sudah dicuci bersih, lalu direbus dengan menggunakan 400 mililiter air selama 15 menit. Setelah itu disaring, airnya diminum sekaligus. Cara ini dilakukan sehari dua kali, pagi dan sore hari.

Mengingat ada khasiat kesehatan dari tanaman ini, sudah selayaknya dapat dijaga kelestariannya dan bisa diperbanyak. Cara perbanyakan tanaman biasa dengan stek batang. Perawatan tanaman antara lain dengan pengendalian hama dan gulma, rutin pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Jenis tanaman amis-amisan senang tumbuh liar seperti di tepi saluran irigasi/sungai, rawa-rawa, atau hutan-hutan basah terutama pada ketinggian 100-900 m di atas permukaan laut. Bahkan bisa tumbuh pada berbagai jenis tanah, dari yang berpasir sampai tanah liat yang basah. Biasa berbunga pada Juni-September. Bagian batang tanaman bulat bergerigi beruas-ruas. Daunnya tunggal bentuk segitiga warna hijau. Bunganya tunggal dengan mahkota empat helai warna putih. Buahnya bulat telur dan bijinya bulat kecil. (Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Potongan Kaki di Tumpukan Kayu Jati

DI era tahun 1950-an perkeretaapian di negara kita belum maju seperti sekarang. Untuk menarik rangkaian gerbong masih menggunakan lokomotif uap.

Close