PAD Pati Belum Sesuai Target

Bupati Pati, H Haryanto SH MM MSi menyerahkan bantuan APBD ke kelompok masyarakat. (Foto/Alwi Alaydrus)
Bupati Pati, H Haryanto SH MM MSi menyerahkan bantuan APBD ke kelompok masyarakat. (Foto/Alwi Alaydrus)

PATI (MERAPI) – Bupati Pati, H Haryanto SH MM MSi membeber jika Pendapatan APBD tahun anggaran (TA) 2018 lalu, meski terealisasi sebesar 100,49 persen, namun sesungguhnya masih ada beberapa objek pendapatan yang belum tercapai.

Diantara PAD yang belum mencapai target, yakni retribusi terminal dan fasilitas umum lainnya. Dari target sebesar Rp 356.865.200 baru dicapai Rp 352.833.000 (98,87 persen). “Selain itu, kekayaan daerah yang dipisahkan, yaitu Perusahaan Daerah Aneka Usaha, dari target Rp 150.000.000 hanya terealisasi Rp 124.767.440” ungkap bupati H Haryanto saat menyampaikan pertanggungjawaban APBD, Selasa (11/6).

Menurutnya lagi, untuk pendapatan transfer dari Pemerintah Pusat, juga belum mencapai target. Yakni dari bagi hasil pajak penghasilan orang pribadi, dari target Rp 23.187.004.000 terealisasi Rp 15.166.649.134 (65,50 persen), kemudian bagi hasil bukan pajak (sumber daya alam) dan pungutan hasil perikanan. Dari target Rp 943.027.000 terealisasi sebesar Rp 701.234.591 (74,36 persen).

“Untuk bagi hasil bukan pajak (sumber daya alam) pertambangan mineral dan batubara (Minerba), dari target Rp 3.558.000 terealisasi Rp 2.642.858 (73,66 persen). Dana alokasi khusus (DAK) dari target sebesar Rp 95.847.000.000 terealisasi Rp 89.040.342.364,” ujarnya.

Selain itu, Dana alokasi khusus (DAK) nonfisik dari target sebesar Rp 292.120.661.000 terelisasi Rp 285.081.200.335 (97,59 persen), Dana Alokasi Khusus (DAK) penugasan, dari target sebesar Rp 44.993.000.000 terealisasi Rp 39.940.442.258 (88,77) persen. Sedangkan untuk bantuan keuangan Provinsi Jawa Tengah dari target sebesar Rp 72.610.450.000 terealisasi sebesar Rp 71.501.232.093 (98,47 persen).

Khusus untuk belanja, kata bupati H Haryanto, dari target Rp 2.355.985.796.000, realisasinya Rp 2.118.304.525.311 (89,91 persen). Kemudian untuk belanja operasi dan belanja modal, serta belanja tak terduga yang ditargetkan sebesar Rp 5.000.000.000 malah tidak bisa teraalisasi.

“Target transfer Rp 664.072.350.000 realisasinya Rp 662.930.162.333 sehingga terdapat sisa sebesar Rp 1.142.187.667. Yaitu dari transfer bagi hasil pendapatan dengan target Rp 9.322.470.000 terealisasi Rp Rp 9.316.056.684 (99,93 persen), dan transfer bantuan keuangan, terget Rp 654.749.880.000 teralisasi Rp 653.614.105.649 (99,83 persen)” jelasnya.

Atas penjelasan bupati H Haryanto tersebut, selanjutnya dibahas dalam rapat paripurna DPRD. Selanjutnya semua fraksi akan menyampaikan pandangan umum terhadap Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2018. Kemudian, Bupati Pati ganti akan menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi. (Cuk)

Read previous post:
MERAPI-ANTARA Bambang Wisnu Broto dan Retno Widiastuti.
Cegah Antraks, Ratusan Sapi Disuntik Antibiotik

WONOSARI (MERAPI) - Guna mencegah penyebaran penyakit antraks terhadap hewan ternak, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, telah menyuntik antibiotik

Close