GELOMBANG TINGGI TERJANG PANTAI SELATAN-4 Kapal Hancur, Ratusan Dievakuasi Menjauh Pantai

MERAPI-BAMBANG PURWANTO Ratusan kapal nelayan dievakuasi menjauhi pantai akibat gelombang tinggi di Pantai Selatan.
MERAPI-BAMBANG PURWANTO Ratusan kapal nelayan dievakuasi menjauhi pantai akibat gelombang tinggi di Pantai Selatan.

WONOSARI (MERAPI)- Kawasan Pantai Selatan Kabupaten Gunungkidul kembali dilanda cuaca buruk yang ditandai dengan gelombang tinggi sejak Selasa (11/6) dinihari. Akibat diterjang gelombang tinggi mencapai 18 Feet atau ketinggian gelombang mencapai 5-6 meter, 4 kapal milik nelayan yang berada di pinggiran pantai Baron rusak dihantam gelombang tinggi. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, ratusan kapal dievakuasi ke lokasi aman menjauhi perairan pantai.
“Gelombang tinggi yang terpantau mencapai antara 17-18 feet atau ketinggian antara 5 sampai 6 meter,” kata Koordinator Tim SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron, Marjono kepada wartawan, Selasa (11/6).
Dijelaskan, terkait dengan perubahan cuaca sepanjang pantai selatan dan mengacu pada informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pihanya melakukan berbagai langkah antisipasi dan melakukan pemantauan kondisi cuaca secara rutin. Seluruh nelayan dan masyarakat, termasuk wisatawan diminta untuk menghentikan aktivitas di laut.

Bahkan terkait dengan gelombang tinggi ini, pemilik kapal terutama para nelayan diminta untuk memindahkan kapal ke tempat yang jauh dari jangkauan ombak.
“Meskipun belum kita ketahui pemiliknya, terdapat 4 kapal mengalami kerusakan akibat dihantam gelombang tinggi,” imbuhnya.
Menurut Marjono, berdasarkan perkiraan BMKG yang dilansir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul dan Tim SAR Gunungkidul, cuaca buruk ini diperkirakan akan terus terjadi hingga 6 hari ke depan. Karena itu saat ini pihak BPBD maupun tim SAR terus melakukan pemantauan intensif. Pihaknya merekomendasikan kepada semua pihak, baik nelayan maupun para pengunjung untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati. Sejauh ini, kata Marjono, para nelayan juga cukup kooperatif dalam menyikapi anjuran dari BPBD maupun Tim SAR. Bahkan, sejak kemarin, para nelayan memilih untuk libur total dan tidak melaut selama seminggu ke depan. “Kenaikan gelombang yang terjadi memang berpotensi membahayakan dan secara mandiri, mereka (nelayan) memilih untuk libur melaut,” ucapnya.

Bendahara kelompok nelayan Mina Samudra Pantai Baron, Sarno (46) menambahkan, sebanyak 230 nelayan yang berada di Pantai Baron akan meliburkan diri dan tidak beraktivitas selama 3 hari ke depan. Jika masih terjadi gelombang tinggi, kemungkinan mereka akan libur selama satu minggu. Hal itu dikarenakan gelombang tinggi yang menerjang pantai Baron cukup tinggi dan tidak aman bagi nelayan yang beraktivitas di perairan laut. “Kita sepakat untuk menghentikan aktivitas untuk tidak melaut,” terangnya.(Pur)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Yuk, Tonton Keseruan Festival Isen Mulang 2019 di Palangkaraya

PALANGKARAYA (MERAPI)- Event budaya Festival Isen Mulang 2019 akan kembali digelar. Tepatnya pada 17-24 Juni, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Kalian

Close