DISHUB KOTA TERIMA 30 ADUAN-Tarif Parkir Nuthuk Menurun Drastis

UMBULHARJO (MERAPI)- Pelanggaran parkir kendaraan pada area larangan mendominasi aduan parkir yang diterima Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta selama libur lebaran 2019. Area larangan parkir itu adalah tepi jalan yang diberi marka biku-biku. Meski demikian, pelanggaran tarif parkir juga masih ditemukan, meskipun jumlahnya menurun drastis dibanding libur Lebaran tahun lalu.
“Sebagian besar aduan yang melalui hotline pesan WhatsApps Dishub, terkait masukan dari warga terhadap para pengendara yang parkir di marka biku-biku,” kata Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Yogyakarta Imanuddin Aziz kepada wartawan, Senin (10/6).
Dicontohkan dia, beberapa area larangan parkir yang dipakai parkir di antaranya di tepi jalan sekitar Galeria Mall, Jalan Pasar Kembang, Jalan Wahid Hasyim dan Jalan Veteran kawasan Gembira Loka Zoo. Aduan itu lalu ditindalanjuti di lapangan dan kendaraan yang parkir di area terlarang itu ditempeli stiker berisi aturan larangan parkir sembarangan.

“Pendekatan kami lakukan dengan edukasi dan persuasif. Pengendara yang kendaraannya ditempeli stiker harapannya tahu aturan dan tidak parkir sembarangan lagi,” tambahnya.
Dia menyatakan Dishub Kota Yogyakarta juga menerima aduan mengenai tarif parkir di Tempat Khusus Parkir (TKP) swasta yang menarik tarif lebih dari Rp 2.000 untuk sepeda motor. Diakuinya, tarif di TKP swasta itu masih mengacu perda parkir karena berlaku tarif progresif, tapi perilaku juru parkir (jukir) dinilai kurang etis. Selain itu pelanggaran tarif parkir di tepi Jalan Solo yang ditarik Rp 2.000 untuk sepeda motor.
“Kami sidak di lapangan ternyata pembantu jukir menarik tarif tak sesuai aturan. Tindakannya langsung dibina oleh jukir yang memiliki surat tugas dari Dishub. Sampai saat ini hanya dua jukir yang melanggar. Sanksinya kami bina karena jukir resmi berizin dari Dishub,” terang Aziz.
Dia menyebut total ada sekitar 30 aduan yang masuk melalu hotline 0818027404212 Satgas Parkir Tertib Dishub Kota Yogyakarta. Sebagian aduan itu bahkan datang dari luar wilayah Yogya seperti Sleman dan Solo. Sedangkan melalui Jogja Smart Service (JSS) hanya ada 2 aduan yakni satu aduan ditindaklanjuti dan sisanya tak bisa ditindaklanjuti karena data tak lengkap dan dicek di lapangan tidak ada.
“Dibandingkan Lebaran tahun lalu sampai kini pelanggaran parkir berkurang jauh. Baik dari sisi aduan maupun temuan. Namun kami akan pantau terus sampai 13 Juni sesuai masa tugas Satgas Parkir Tertib,” paparnya.

Sementara itu Kepala Dishub Kota Yogyakarta Agus Arif menegaskan dalam penanganan parkir mengedepankan tindakan persuasif dibanding yustisi. Sebelum memasuki libur Lebaran 2019, Dishub sudah menjalin komunikasi dengan jukir, pengelola parkir TKP pemerintah dan swasta agar mentaati aturan perparkiran. Baik lokasi parkir sampai tarif mengacu perda. “Secara umum lebih terkendali karena kami lakukan upaya pembinaan jauh-jauh hari sebelum puasa dengan pendekatan persuasif dan edukasi,” tandas Agus.(Tri)

Read previous post:
JAPFA GM & WGM Chess Tournament 2019 Digelar di Yogya

JAKARTA (MERAPI) - Yogyakarta memperoleh kehormatan menjadi tuan rumah gelaran turnamen catur internasional JAPFA GM & WGM Chess Tournament 2019,

Close