Seto Sudah Punya Rencana Perbaikan Tim

SLEMAN (MERAPI)- PSS Sleman bakal punya waktu panjang untuk mempersiapkan diri menghadapi pekan ke-4 Liga 1. Ditundanya pekan ke-4 oleh PT LIB membuat tim pelatih Laskar Sembada punya waktu satu bulan lebih sebelum menghadapi Madura United Agustus mendatang. Pelatih Kepala PSS, Seto Nurdiyantoro, sudah menyiapkan program dan materi latihan apa saja mengisi waktu panjang tersebut.

Materi latihan yang akan digelar selama persiapan mendatang adalah hasil evaluasi selama tiga pertandingan. PSS menang dari Arema, lalu dua kali imbang melawan Semen Padang dan Persipura Jayapura. Evaluasi pertama adalah stabilitas permainan dalam lapangan. Menurutnya perbaikan stabilitas pemain di atas lapangan, baik ketika membangun serangan maupun memperkokoh pertahanan akan diperbaiki. “Stabilitas ini memang belum sempura. Di babak pertama main buruk, babak selanjutnya bagus atau sebaliknya. Sebenarnya harus konsisten di 90 menit,” beber Seto Senin (3/6).

Stabilitas permainan ini memang sangat terlihat di tiga pertandingan. Saat melawan Arema, PSS bermain kurang tenang di babak pertama setelah gol cepat yang dilesakkan Brian Fereira. Sejumlah peluang Arema nyaris berbuah gol. Namun di babak kedua mereka bisa menambah dua gol berkat permainan yang lebih tenang dibanding babak pertama meski kedudukan saat itu sudah imbang 1-1. Lalu kejadian serupa terjadi lagi saat menghadapi Semen Padang. PSS kebobolan di babak pertama dan baru bisa menyamakan kedudukan di babak kedua. Saat bertandang ke Stadion Mandala Jayapura, cerita terulang.

Perbaikan kedua adalah mentalitas pemain. Berstatus sebagai tim promosi, sejumlah pemain belum punya pengalaman bertanding di kasta tertinggi. Seto menyebut tekanan di Liga 1 sangat jauh berbeda dibanding Liga 2 hingga butuh mentalitas yang sama besarnya dengan tekanan tersebut. Dari 11 pemain yang kerap diturunkan, hanya Jajang Sukmara, Purwaka Yudi, Dave Mustain, Arsyad Yusgiantoro, dan Nerius Alom yang punya pengalaman di Liga 1. Empat pemain asing: Yevhen Bokhasvili, Brian Fereira, Alfonso de La Cruz, dan Guilherme Batata juga baru pertama kalinya main di Indonesia.

“Saya sangat bersyukur kemarin kami imbang lawan Persipura karena pemain jadi tahu bagaimana atmosfer di Liga 1 sesungguhnya. Mental anak-anak bisa meninggi setelah imbang di kandang Persipura. Saya sadar mental pemain belum sepenuhnya teratasi, butuh kebiasaan. Ini harus disadari anak-anak sebelum lawan Madura United nanti,” sambung pelatih yang bakal berlisensi AFC Pro itu.

Mentalitas ini bukan hanya soal bagaimana respon pemain di atas lapangan. Adanya pujian berlebih dari media untuk para pemain juga cukup berbahaya. Seperti yang tengah dialami Brian Fereira saat ini. Gelandang asal Argentina itu tengah disorot karena selalu terlibat dalam tiap gol PSS. Saat melawan Arema, ia menciptakan satu gol dan dua assist. Ia juga kembali menorehkan satu gol saat bermain imbang 1-1 dengan Semen Padang. Sedangkan di pertandingan melawan Persipura Jayapura, Brian menyumbangkan satu assist. Padahal statusnya pemain debutan di Liga 1.”Bagaimana mental itu ada juga saat-saat mendapat banyak pujian seperti ini. Kalau tidak kuat maka yang terjadi inkonsisten. Saya tidak mau hal itu terjadi,” tegas Seto. (Des)

Read previous post:
LIGA 1 U-16 – Edi Broto Liburkan PSS U-16 Hingga 8 Juni

SLEMAN (MERAPI) - Pelatih PSS Sleman U-16, Edi Broto meliburkan pasukannya merayakan Idul Fitri. Edi memberikan waktu bagi penggawanya berlebaran

Close