Aksi Komplotan Pengutil


ilustrasi
ilustrasi

MENJELANG Hari Raya Idul Fitri, aksi kejahatan belum juga mereda, bahkan cenderung naik, terutama aksi pencurian. Nampaknya para penjahat ini sedang sibuk menyiapkan uang buat lebaran. Sayangnya aksinya merugikan orang lain, sehingga harus dilawan.

Penjahat tak hanya menyasar tempat-tempat sepi, bahkan pusat-pusat keramaian pun disatroni demi mendapatkan hasil. Seperti terjadi beberapa hari lalu, polisi berhasil menangkap komplotan pengutil pakaian bermerek di mal kawasan Sleman. Mereka memilih sasaran mal yang notabene ramai pengunjung. Namun dalam aksi yang ke sekian kalinya itu, ketahuan karyawan mal sehingga dibekuk polisi.

Ternyata mereka pengutil profesional yang pembagian tugasnya sangat rapi sehingga tidak terendus petugas. Tapi kali ini mereka apes, karena aksinya ketahuan, meski pelaku sudah kabur duluan. Modusnya sangat sederhana, yakni dengan memasukkan pakaian yang dikutil ke dalam baju pelaku kemudian mereka turun di lantai dasar dan barang curian langsung dimasukkan mobil. Karyawan mal curiga dan mengecek rekaman CCTV hingga terlihat jelas aksi pencurian tersebut.

CCTV selama ini memang menjadi alat yang cukup efektif untuk membongkar kasus kejahatan, terutama pencurian. Boleh jadi, pelaku menyadari bahwa gerak-geriknya terekam CCTV. Tapi nampaknya mereka tidak kekurangan akal, sehingga berbagi tugas dalam menjalankan aksinya. Sebab, tidak semua karyawan mal curiga aksi mereka.

Dengan mencermati peristiwa tersebut, ternyata masih saja ada orang yang ngakali CCTV agar aksinya tidak ketahuan. Kompolotan pengutil yang berasal dari Mojokerto ini nampaknya sudah malang melintang di dunia pengutilan dengan sasaran mal ke mal. Mereka pun menggunakan mobil untuk memudahkan aksinya. Mobil tersebut kini telah disita polisi dan dijadikan sebagai barang bukti aksi kejahatan.

Kalau mal atau supermarket dilengkapi CCTV saja bisa dibobol, apalagi tidak dilengkapi CCTV. Namun semua tetap tergantung pada SDM-nya. Bila karyawan mal tidak curiga kepada komplotan pengutil ini, mungkin aksinya juga tidak akan ketahuan. Itulah pentingnya mal atau supermarket menggunakan tenaga terampil yang sekaligus juga mengawasi konsumen pembeli.

Jelang maupun selama Lebaran, aksi kriminal terus saja terjadi. Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan. Sebab, para penjahat akan selalu mencari celah untuk beraksi. Mereka akan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan demi menggasak barang milik korban. (Hudono)

Read previous post:
POSKO LEBARAN RELAWAN DIY- Beri Layanan Bengkel sampai Ojek Gratis

SEWON (MERAPI) - Untuk membantu masyarakat mudik Lebaran dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, Komunitas Relawan dan Ormas

Close