Kakek Tewas Tertembak Peluru Nyasar

MERAPI-SUKRO RIYADI Kanit Reskrim Polsek Piyungan Ipda Jamingan (kiri) dan pelaku Mashud (tengah) menunjukkan barang bukti.
MERAPI-SUKRO RIYADI Kanit Reskrim Polsek Piyungan Ipda Jamingan (kiri) dan pelaku Mashud (tengah) menunjukkan barang bukti.

BANTUL (MERAPI)- Kakek Sukamto Rejo (79) warga Dusun Pandeyan, Srimulyo, Piyungan, Bantul tewas tertembak peluru yang dimuntahkan tetangganya, Mashud, Rabu (29/5). Diduga, Sukamto jadi korban salah sasaran. Sebab Mashud berencana menembak musang yang sering memangsa ayamnya.
Korban meninggal usai dirawat di Rumah Sakit TNI AU Dr S Hardjolukito.
Kapolsek Piyungan Kompol Ispurwanto SH didampingi Kanit Reskrim Ipda Jamingan SH kepada wartawan, Kamis (30/5) mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30 pada Selasa (28/5). Awalnya Mashud baru saja sampai rumah setelah mencari rumput. Oleh istrinya dia diberi tahu jika ayamnya baru saja dikejer-kejar musang di kebun samping rumah. Pelaku menaruh rumputnya dan bergegas mengambil senapan angin kaliber 4,5 di kamar.

Selanjutnya pelaku keluar rumah menuju pekarangan di sisi timur untuk memburu musang itu.
Seperti pemburu kebanyakan, dia pun menebarkan pandanganya ke semak-emak di sekitarnya. Tetapi musang buruannya tidak kunjung kelihatan. Mashud pun tak menyerah. Dengan mengendap-endap tanpa banyak gerakan, dia terus mencari musang. Setelah 10 menit berlalu, musang buruannya muncul belasan meter di depannya. Pelaku dengan hati-hati mengintai dengan teropong di senapan angin itu. Setelah objek dirasa tepat, pelatuk senapan ditarik. Namun bidikannya meleset. Dari balik semak-semak justru terdengar suara orang merintih kesakitan.
Pelaku terkejut dan langsung berlari menuju arah suara.

Ternyata benar, di balik semak-semak korban Sukamto Rejo tengah mengerang kesakitan. Saat itu dia sedang menata kayu untuk membuat arang. “Begitu mendengar ada suara orang berteriak kesakitan, Pak Mashud langsung menuju arah suara dan memberikan pertolongan,” ujar Ispurwanto. Korban langsung dibawa ke RS Hardjolukito untuk mendapat perawatan.
Saat diperiksa tim medis, korban terkena peluru nyasar di bagian pelipis tembus ke pipi dan mengenai dada. Dia meninggal dunia usai mendapatkan perawatan pada Rabu siang. “Posisi korban ketika kejadian berada di semak-semak bagian bawah. Sedang Mashud membidik musang dari atas,” kata Ispurwanto.

Menurut dia, sesuai kesepakatan warga, musibah itu diselesaikan secara kekeluargaan. Sebab pelaku yang juga tetangga korban sama sekali tidak ada unsur kesengajaan dan sudah minta maaf kepada pihak keluarga. “Pelaku hanya sekali menembakkan senapan anginnya, tetapi kan posisi korban di bawah dengan jarak sekitar 25 meter,” jelas Ispurwanto.
Sementara itu Mashud mengungkapkan, dia tidak melihat jika di bawahnya ada korban sedang menata kayu untuk membuat arang. Dijelaskan, musang buruannya persis di depannya sedang korban waktu itu berada segaris lurus dengan hewan pemakan ayam itu. “Begitu mendengar suara orang mengerang kesakitan, saya langsung berlari memberikan pertolongan. Setelah kejadian saya lihat luka pada bagian pelipis tembus ke pipi dan mengenai dadanya. Tetapi saya hanya sekali menembakkan senapan angin itu,” ujarnya. (Roy)

Read previous post:
Warga Miskin Kulonprogo Belanja Rokok Rp 40 Miliar Pertahun

WATES (MERAPI) - Angka belanja rokok masyarakat Kulonprogo hingga kini masih terbilang tinggi, yakni mencapai Rp 100 miliar pertahun. Ironisnya,

Close