Jualan di Trotoar, Pedagang Oprokan Pasar Tumpah Ditertibkan

MERAPI-SAMENTO Pedagang Pasar Stan yang akan direlokasi.
Ilustrasi

SUKOHARJO (MERAPI) – Penertiban terhadap pedagang oprokan pasar tumpah disejumlah pasar tradisional dilakukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Pedagang dilarang menggunakan trotoar dan badan jalan untuk berjualan. Penindakan dilakukan dengan meminta pedagang pindah ke dalam pasar karena sudah disediakan tempat resmi.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Minggu (26/5) mengatakan, penertiban pedagang oprokan pasar tumpah dilakukan secara bertahap disejumlah pasar tradisional di Sukoharjo. Penertiban tahap pertama sudah dilakukan petugas Satpol PP dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ditiga pasar tradisional yakni, Pasar Telukan, Grogol, Pasar Daleman, Baki dan Pasar Ir Soekarno, Sukoharjo.

Ketiga pasar tradisional tersebut dipilih karena paling banyak ditemukan pelanggaran dan rawan menimbulkan masalah. Sebab di Pasar Daleman, Pasar Telukan dan Pasar Ir Soekarno banyak ditemukan pedagang berjualan di luar pasar dan menempati trotoar dan badan jalan. Bahkan khusus di Pasar Daleman, Baki pedagang sampai menempati jembatan yang jadi titik perbatasan dengan Kabupaten Klaten untuk berjualan.

Dampak dari kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas kendaraan menjadi terganggu. Tidak hanya itu saja dampak lainnya yakni rawan terjadi kecelakaan lalu lintas mengingat banyak aktifitas pedagang dan pembeli di jalan raya. Penertiban dilakukan dengan memberlakukan larangan bagi pedagang berjualan di trotoar dan badan jalan. Pedagang wajib masuk ke dalam pasar karena sudah disediakan tempat resmi berjualan.

“Pedagang di pasar tumpah ini merupakan pedagang musiman yang hanya jualan saat puasa Ramadan hingga Lebaran saja. Tapi ada juga pedagang dari pasar yang memilih berjualan di luar pasar. Pedagang kami minta masuk lagi berjualan ke dalam pasar. Trotoar dan badan jalan harus steril untuk persiapan arus mudik Lebaran agar lalu lintas kendaraan lancar,” ujarnya.

Penertiban terhadap pedagang oprokan akan dilakukan Satpol PP Sukoharjo di pasar tradisional lainnya. Seperti Pasar Bekonang, Mojolaban, Pasar Tawangsari dan Pasar Grogol. Penertiban akan diprioritaskan terhadap pasar tradisional yang berada di jalur mudik Lebaran.

“Pedagang resmi pasar tradisional yang memilih jualan di luar sudah diminta masuk kembali menempati tempat di dalam. Sedangkan pedagang oprokan musiman juga kami minta masuk ke dalam pasar. Soal tempat sudah kami koordinasikan dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah,” lanjutnya.

Pedagang oprokan yang masih nekad berjualan menggunakan trotoar dan badan jalan saat sudah masuk arus mudik Lebaran maka akan mendapat penindakan tegas dari petugas. Penanganan tidak hanya dilakukan Satpol PP dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah saja namun juga aparat kepolisian.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sutarmo mengatakan, penertiban pedagang oprokan secara bertahap sudah dilakukan bersama Satpol PP. Kondisi di luar pasar tradisional menjadi ramai saat puasa Ramadan karena banyaknya pedagang oprokan musiman. Para pedagang tidak hanya datang dari warga setempat sekitar pasar namun juga datang dari luar daerah. Pedagang tersebut sengaja datang memanfaatkan momen puasa Ramadan untuk mendapatkan rejeki melimpah.

Pedagang oprokan itu ditemukan disejumlah pasar tradisional untuk berjualan berbagai barang dagangan. Keberadaan mereka tidak hanya diketahui pada saat pagi hari saja namun juga sore. Sebab satu tempat di trotoar dan badan jalan bisa ditempati satu atau dua orang lebih pedagang secara bergantian.

“Pagi dipakai jualan sayuran tapi saat sore hari ganti pedagang lain jualan jajanan atau takjil buka puasa. Apapun itu mereka tetap melakukan pelanggaran karena jualan memakai trotoar dan badan jalan. Jadi akan ditertibkan petugas,” ujarnya.

Pada saat penertiban petugas sudah memberikan penjelasan sekaligus sosialisasi kepada para pedagang untuk menaati aturan. Sebab larangan berjualan di trotoar dan badan jalan sudah diberlakukan lama.

“Trotoar difungsikan bagi pejalan kaki dan begitupula jalan raya untuk kendaraan. Pemkab Sukoharjo sudah menyediakan tempat resmi untuk pedagang di dalam pasar berupa kios dan los. Ada juga sisa tempat yang bisa dipakai pedagang oprokan musiman seperti saat sekarang puasa Ramadan,” lanjutnya. (Mam)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Unik, Putra Putri Lawu Sosialisasi Pendaftaran Duta Wisata Sambil Bagi Takjil

KARANGANYAR (MERAPI) - Komunitas Duta Wisata Kabupaten Karanganyar membagikan takjil atau makanan berbuka puasa di alun-alun Karanganyar dan sekitarnya, Sabtu

Close