Kios Pasar Dibobol Maling, Rokok Senilai Rp 21 Juta Raib

MERAPI-AMIN KUNTARI Sumilah menunjukkan pintu lemari tempat penyimpanan rokok yang gemboknya dirusak pencuri.
MERAPI-AMIN KUNTARI Sumilah menunjukkan pintu lemari tempat penyimpanan rokok yang gemboknya dirusak pencuri.

WATES (MERAPI) – Kios milik Sumilah (62) alias Sum Sarah di Pasar Wates, Kulonprogo, kembali disatroni pencuri, Jumat (24/5). Ini merupakan peristiwa kebobolan yang kelima dialami Sumilah, namun hingga kini pelakunya belum berhasil diungkap polisi.
Seperti kejadian-kejadian sebelumnya, dagangan yang dibawa kabur pencuri adalah rokok. Pada peristiwa kelima ini, Sumilah menderita kerugian sekitar Rp 21 juta setelah puluhan slop rokok dagangannya hilang.
“Baru kemarin kulakan, nilainya lebih dari Rp 50 juta. Rokok yang hilang berkisar Rp 21 juta karena yang diambil hanya merk-merk terlaris saja, yang tidak begitu laku ditinggal,” kata Sumilah.
Ia kemudian bercerita, pada Kamis petang dirinya menutup kios dan memastikan seluruh pintu sudah digembok. Jumat pagi sekira pukul 07.00 WIB ia kembali datang untuk membuka kios seperti biasa. Saat itu, pintu kios dengan enam gembok masih terkunci dengan rapi. Sumilah kemudian masuk untuk melayani pembeli.

Tak lama berselang, Sumilah terkejut karena mendapati ada sebagian rokok yang tercecer di lantai. Padahal, seluruh rokok dagangannya tersimpan rapi di dalam lemari khusus. Setelah diperiksa, gembok lemari tempat penyimpanan rokok sudah rusak.
“Sebagian rokok sudah hilang. Nilainya Rp 20.915.000,” sesalnya.
Sumilah segera menghubungi keluarga dan pihak kepolisian hingga berlanjut dengan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh petugas. Ia merasa bingung lantaran seluruh akses menuju kios tidak ada yang rusak. Kerusakan hanya terjadi pada kunci pengaman lemari tempatnya menyimpan rokok.
Ia juga menyesalkan peristiwa kebobolan yang seolah menjadikan kiosnya sebagai langganan. Sejak 2001, ia mengaku sudah menjadi korban pencurian sebanyak lima kali. Pada tahun 2017, peristiwa serupa bahkan terjadi dua kali dengan selang beberapa bulan saja, yakni pada Maret dan Desember.

Anak Sumilah, Eni Suningsih (40) menambahkan, tempat penyimpanan rokok sempat dipindah dan diberi gembok demi menjaga keamanan. Sebagian rokok yang baru dikulak, bahkan dibawa pulang.
“Tapi tetap hilang juga yang di toko. Kalau segitu banyaknya, bawanya mungkin pakai karung,” kata Eni.
Beruntung, sebagian rokok yang dipesan ibunya belum datang seluruhnya. Dirinya berharap kasus ini bisa segera terungkap agar pelaku pencurian bisa tertangkap.
Dihubungi terpisah, Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, AKP Sujarwo menyampaikan, laporan dari korban ditindaklanjuti dengan olah TKP dan pemeriksaan dua orang saksi. Hingga kini, polisi masih belum menemukan alat bukti yang ditinggalkan pelaku ketika beraksi.
“Sampai sekarang, penyelidikan masih dilakukan. Kami mengimbau agar para pedagang memasang kamera pengintai atau CCTV agar peristiwa serupa tidak terjadi. Keberadaan CCTV juga akan memudahkan petugas mengungkap kasus pencurian,” tegasnya. (Unt)

Read previous post:
Talkshow ‘Youthnity’ Pupuk Semangat Persatuan

PEMUDA sebagai agen perubahan bangsa diharapkan ikut serta dalam menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, seperti yang tertera dalam sila

Close