Jalur Mudik Rawan Longsor Dipasang Tanda Peringatan

Pemasangan tanda peringatan insidental di tebing jalan tembus Tawangmangu-Saranganj. (Foto: Abdul Alim)
Pemasangan tanda peringatan insidental di tebing jalan tembus Tawangmangu-Saranganj. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Jalur mudik rawan longsor mulai dipasang tanda peringatan permanen dan insidental. Pemasangannya oleh sukarelawan dan instansi pemerintah.

Di Jalan tembus Tawangmangu-Magetan, sukarelawan bersama forkopimcam Tawangmangu memasang spanduk peringatan longsor di empat titik tebing labil di ruas sepanjang 9,15 kilometer itu. Satu diantaranya di lokasi tewasnya seorang pelajar SMPN Tawangmangu akibat tertimpa batu tebing, belum lama ini.

“Dipilih material spanduk MMT supaya awet dan tahan air. Pemilihan warnanya terang supaya terlihat dan ukurannya lumayan besar. Panjang 6 meter lebar 2 meter. Tulisannya hati-hati longsoran tanah dan batu,” kata Camat Tawangmangu, Rusdiyanto, Kamis (23/5).

Pemasangannya dipilih di lokasi strategis, utamanya di tebing berkondisi labil. Longsor batu di tebing telah beberapa kali merugikan pengguna jalan tembus Jawa Tengah-Jawa Timur itu. Pada arus momentum lebaran, dipastikan lalu lintas jalan tembus lebih ramai oleh mobilitas pemudik dan pengunjung obyek wisata.

Sementara itu Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Bambang Djatmiko mengakui butuh koordinasi antarsatuan lebih intens selama puncak arus lebaran. Di lereng Lawu, dirinya memasang rampu peringatan permanen bahaya longsor di Jenawi pada pekan lalu. Kemudian membangun pos pantau di Tawangmangu, jalur pendakian Lawu via Candi Cetho dan Cemoro Kandang, pos Matesih, pos Ngargoyoso dan pos Karangpandan. Serta bergabung di pos gabungan di Ngasem, Colomadu.

“Untuk jalan tembus, rambunya yang kami pasang malah permanen. Tapi itu sudah lama. Kami berterima kasih elemen masyarakat Tawangmangu melanjutkan pemasangannya,” katanya.

Sementara itu, Pemkab Karanganyar memasang 41 rambu-rambu petunjuk arah di 21 lokasi di Kabupaten Karanganyar. Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP) Karanganyar, Sundoro, menyampaikan pemasangan rambu-rambu petunjuk arah dilakukan di kawasan wisata dan jalur alternatif di sejumlah kecamatan. Seperti di area wisata di Ngargoyoso, Karangpandan, dan lain-lain.
“Kami pasang 41 rambu portable dari MMT itu di 21 lokasi meliputi kawasan wisata, jalan menuju jalan tol, dan jalur alternatif. Kami bekerja sama dengan pihak ketiga membuat rambu-rambu petunjuk arah. Pemasangan rambu di kawasan wisata di Ngargoyoso, Waduk Gondang, Karangpandan,” kata Sundoro. (Lim)

Read previous post:
250 Personel Satpol PP Siaga Amankan Ramadan

PURWOREJO (MERAPI) - Sebanyak 250 personil Satuan Polisi Pamong Praja Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Linmas dan Damkar)

Close