Tak Dapat Santunan Lebaran, Sejumlah Warga Protes ke Camat

Penyerahan secara simbolis di kantor Kecamatan Jaten. (Foto: Abdul Alim)
Penyerahan secara simbolis di kantor Kecamatan Jaten. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Sejumlah warga di Kecamatan Jaten memprotes dirinya tak mendapat jatah santunan lebaran dari Pemkab Karanganyar. Mereka menyampaikan hal itu ke Camat Jaten, Aji Pratama Heru saat pembagian santunan secara tunai ke manula dan anak yatim atau piatu di halaman kantornya, Selasa (21/5). “Terutama yang enggak dijatah mendapat santunan tahun ini dari kalangan anak sekolah berstatus yatim atau yatim piatu. Jumlahnya cukup banyak. Whatsapp yang masuk ke saya, mempertanyakan itu. Ada pula dari kalangan manula, namun tak sebanyak dari anak yatim,” kata Aji di sela pembagian santunan.

Santunan tersebut bersumber dana APBD 2019 tertuju dua kelompok rentan sosial itu. Di Jaten, sebanyak 435 orang menerimanya dengan rincian 181 lansia dan 254 anak yatim atau yatim piatu. Tiap penerima berhak Rp 500 ribu. Seorang wanita setengah baya sedang berbincang serius dengan Camat Aji Pratama Heru. Sambil membawa berkas administrasi kependudukan, ia mempertanyakan nama anaknya tak tercantum di daftar penerima santunan kalangan yatim. Beberapa orang di sudut halaman juga tampak berdiskusi terkait sanak saudaranya yang tidak terdata dalam program tersebut. Padahal mereka meyakini pantas menerima santunan. “Sebenarnya kriterianya apa. Kenapa ada yang tidak mendapatkannya?” seloroh seorang pria di parkiran.

Aji mencoba menenangkan beberapa orang yang menemui dirinya untuk menanyakan apakah haknya menerima santunan dapat diperjuangkan. “Yang dapat ini, hasil pendataan tahun lalu. Dari Dinsos menginformasikan, tidak ada lagi alokasi santunan untuk lansia. Tapi kemungkinan ada untuk anak yatim atau yatim piatu. Akan disisir ulang oleh TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), perangkat desa dan tokoh masyarakat,” katanya.

Aji menegaskan pendataan didasari aturan yang berlaku seperti ekonomi lemah dan kondisinya tak ditanggung siapapun. Ia menampik tuduhan pendataan calon penerima santunan karena pilih kasih, pendukung calon kades tertentu dan sebagainya. “Setelah Lebaran, bagi anak yatim yang belum diberi santunan ini, semoga segera diproses oleh dinas terkait,” katanya.

Kabid Rehabilitasi Sosial dari Dinas Sosial Karanganyar, Hartanto mengatakan pemberian santunan bukan tanpa dasar. Satu diantaranya, UU No 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. “Penerima dari kalangan lansia adalah usia 78 tahun ke atas. Ada 13 ribu orang di Karanganyar. 1.312 diantaranya sakit. Uang santunan ini silakan dibelikan baju lebaran,” katanya. (Lim)

Read previous post:
PERSIAPAN ARUS LEBARAN: Dishub Sleman Siapkan 3 Jalur Alternatif

SLEMAN (MERAPI) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman menyiapkan tiga jalur alternatif untuk lebaran 2019. Jalan Gito Gati dan Jalan

Close