PT PSS Kumpulkan Bukti untuk Ajukan Banding

SLEMAN (MERAPI) – Pihak PT Putra Sleman Sembada (PSS) akhirnya memutuskan melakukan banding atas sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Melalui Surat Keputusan Komdis bernomor 001/L1/SK/KD-PSSI/V/2019 dan 002/L1/SK/KD-PSSI/V/2019, Komdis PSSI mendenda Laskar Sembada Rp 200 juta beserta penutupan tribun selatan selama empat pertandingan kandang berturut-turut.

Tribun bakal kosong saat PSS menjamu Semen Padang FC, Bhayangkara FC, Persebaya Surabaya dan PSIS Semarang.

Vice General Manager PT PSS, Tara Deri Fatoni mengatakan pihaknya sedang mengumpulkan bukti dan fakta untuk mengajukan banding ke Komdis PSSI. Hukuman yang dijatuhkan Komdis menurut Tara sangat berat. Bukti yang tengah dikumpulkan ini ia harap bisa mengubah putusan Komdis. “Minimal dikurangi atau bahkan dicabut sekalian. Kami saat ini masih mengumpulkan bukti-bukti untuk melakukan banding,” tegasnya, Selasa (21/5).

Adanya upaya banding ini merupakan kelanjutan dari drama hukuman Komdis yang sebelumnya ditanggapi CEO PT PSS, Viola Kurniawati. Sempat menerima hukuman, PT PSS meralat pernyataan dengan menimbang kembali hukuman dari Komdis PSSI tersebut. Namun belum jelas kapan surat banding akan mereka layangkan ke Komdis. Pasalnya pihak PT juga disibukkan dengan koordinasi bersama Manajemen dan Panpel untuk menata ulang penonton di stadion saat melawan Semen Padang nanti. Tidak mungkin banding diterima begitu saja diikuti pengurangan hukuman atau pencabutan sanksi saat laga lawan Semen Padang akan berlangsung tiga hari lagi.

Di sisi lain, PT dan Panpel juga harus bersiap terkait status Siaga 1 yang diterapkan Polri pada jajaran Polda di seluruh Indonesia pada 21-25 Mei mendatang. Meski terancam ditunda lantaran status yang muncul karena gegarnya situasi politik tanah air, Tara mengaku Panpel PSS masih menyiapkan pelaksanaan pertandingan sesuai jadwal yang diberikan PT Liga Indonesia Baru (LIB). “Jujur saja sampai saat ini belum ada petunjuk terkait kemungkinan penundaan pertandingan. Oleh karena itu kami tetap menyiapkan semuanya sesuai jadwal,” sambung Tara.

Soal penataan ulang suporter, khususnya BCS, yang tak bisa menempati tribun selatan saat menjamu Semen Padang pihak PT akan melakukan koordinasi dengan manajemen, panpel, dan perwakilan suporter Rabu (22/5) ini. Salah satu topik yang dibicarakan adalah menyediakan ruang alternatif bagi BCS agar bisa tetap memberi dukungan pada Bagus Nirwanto dan kawan-kawan meski tidak berada di tribun selatan. Tara membeberkan banyak alternatif yang bisa digunakan seperti di tribun merah atau VIP untuk BCS.

“Panpel baru rapat besok (hari ini) untuk menentukan langkah selanjutnya. Kami akan berbicara dengan Slemania dan BCS terlebih dahulu. Ada banyak alternatif untuk BCS. Mereka bisa di merah, biru atau hijau. Tapi kami belum bisa memberikan banyak komentar sebelum bertemu perwakilan suporter,” beber Tara.

Para penggawa PSS sendiri termotivasi meraih poin penuh di kandang saat menjamu Semen Padang. Situasi saat ini sangat menguntungkan tim besutan Seto Nurdiyantoro ini. Pasalnya Semen Padang tidak akan diperkuat pemain asing kunci mereka karena sedang cedera. Selain itu kondisi fisik para pemain Semen Padang menurun usai dikalahkan PSM Makasar, Senin (20/5), lewat gol tunggal Zulham Zamrun. (Des)

Read previous post:
26 Mahasiswa Poltekpar Palembang Ciptakan Bisnis Baru Lewat Workshop

PALEMBANG (MERAPI) – Sebanyak 26 mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang mengikuti workshop ide bisnis dan prototype, 17-19 Mei. Kegiatan yang

Close