GELAR DISKUSI RAMADAN- APSI DIY Dukung Industri Wisata Halal


Narasumber sekaligus pelaku usaha syariah, Hajjah Rohani saat menerima cendera mata dari Ketua DPW APSI DIY, Agus Suprianto. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Narasumber sekaligus pelaku usaha syariah, Hajjah Rohani saat menerima cendera mata dari Ketua DPW APSI DIY, Agus Suprianto. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANGUNTAPAN (MERAPI) – Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (DPW APSI) DIY menggelar diskusi Ramadan dengan tema ‘Peran Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam Industri Wisata Halal Indonesia’ di Hotel Grand Dafam Rohan Banguntapan Bantul.

“BPJPH merupakan lembaga pelaksana sertifikasi produk halal di bawah Kementerian Agama RI. UU No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, mengamanatkan untuk sertifikasi produk halal tidak lagi dilakukan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), melainkan melibatkan tiga pihak, yakni BPJPH, MUI dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Untuk itu kami sengaja melakukan diskusi ini agar masyarakat khususnya pelaku usaha paham,” ujar Ketua DPW APSI, Agus Suprianto SHI SH MSi CM, Senin (20/5).

Disebutkan, sejak 17 Oktober 2019 seluruh produk wajib bersertifikat halal dan tidak lagi bersifat sukarela. Apalagi saat ini bisnis syariah di Indonesia telah berkembang pesat. Salah satu bisnis yang saat ini menjadi perhatian adalah pariwisata syariah.

Sebagai negara mayoritas muslim dan didukung dengan sumber daya alam yang indah, Indonesia memiliki potensi besar menjadi destinasi utama pariwasata syariah di ASEAN dan dunia. Dengan mulai diberlakukannya MEA 2016 dan menyongsong MEE tahun 2030, Indonesia berpeluang mempromosikan pariwisata syariah di seluruh Negara ASEAN – Eropa dan dunia.

Pelaku industri wisata halal Indonesia membutuhkan kepastian dalam proses legalisasi produk halal di Indonesia. Karena ini akan berdampak langsung pada naik turunnya jumlah kunjungan wisatawan muslim ke Indonesia. Data statistik porsi Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) muslim menjadi 35 persen dari total kunjungan wisman.

“Tahun lalu, dari jumlah keseluruhan kunjungan wisman sebesar 15,8 juta orang, wisatawan muslim yang menyasar destinasi halal di Indonesia sebanyak Rp 3 juta orang atau menempati porsi sekitar 21 persen. Pada 2019 ini, minimal Indonesia bisa menaikkan jumlah kunjungan wisman muslim menjadi 5 juta dari target total 20 juta kunjungan atau sekitar 25 persen,” imbuh Agus.

Untuk itu, dalam diskusi Ramadan tersebut, DPW APSI DIY menghadirkan narasumber yang berkompeten untuk memberikan pemaparan terkait industri halal antara lain Drs H Muhammad Lutfi Hamid MAg (Sekretaris BPJPH Kemenag RI), Prof Dr H Makhrus Munajat SH MHum (Majelis Ulama Indonesia), Dr Budi Ruhiatudin SH MHum (Ahli Perlindungan Konsumen Muslim) dan Hajjah Rochani (Owner Dafam Rohan Hotel Yogyakarta) dengan dipandu moderator Thalis Noor Cahyadi SH MA MH (Waketum DPP APSI sekaligus Founder Afta Foundation). (C-5)P>


Pin It on Pinterest

Read previous post:
PRAPERADILAN KASAT RESKRIM POLRES BANTUL- Pemohon Nilai Sebagai Perkara Perdata

BANTUL (MERAPI) - Setelah tertunda seminggu, permohonan praperadilan yang diajukan pemohon seorang kontraktor, Sutoto Hermawan (45) warga Jalan Srandakan Karangasem

Close