RESEPSI HUT KE-103 : Sleman Santuni KPPS dan Panwas Meninggal Dunia

MERAPI-AWAN TURSENO Sri Purnomo bersama Sri Muslimatun menyerahkan santunan kepada keluarga KPPS dan Panwas yang meninggal dunia.
MERAPI-AWAN TURSENO
Sri Purnomo bersama Sri Muslimatun menyerahkan santunan kepada keluarga KPPS dan Panwas yang meninggal dunia.

SLEMAN (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memberikan santunan kepada 7 orang Kelompok Panitia Pemungutan suara (KPPS) dan 1 orang Panitia Pengawas (Panwas) yang meninggal dunia saat menjalankan tugas pada Pemilu 2019. Bantuan tersebut sebagai bentuk rasa peduli dan apresiasi kepada mereka sebagai pejuang dan pahlawan demokrasi.

Santunan diserahkan langsung oleh Bupati Sleman Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun kepada ahli waris pada Malam Resepsi Hari Jadi Sleman ke-103 di Pendopo Parasamya, Sabtu (18/5) malam.

Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo menyampaikan, Pemilu yang diselenggarakan 17 April 2019 lalu, tingkat partisipasi masyarakat Sleman sangat tinggi yaitu diatas 90 persen. Bahkan di Kecamatan Cangkringan tingkat partisipasi hingga 92 persen. Artinya, angka tersebut di atas rata-rata untuk tingkat DIY bahkan nasional.

Di sisi lain, kinerja penyelenggara Pemilu yang bekerja keras tanpa mengenal waktu harus dihargai. Bahkan hingga terjadi korban jiwa yang kemungkinan karena kelelahan atau faktor lain. “Menghitung perolehan suara capres-cawapres termasuk gampang karena hanya dua pasang. Tetapi untuk menghitung DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota sangat rumit. Sehingga kerja mereka hingga larut malam,” ungkapnya.

Atas jasa-jasa mereka yang meninggal sebagai pahlawan demokrasi, sudah sepantasnya Pemkab Sleman turut berduka cita serta memberikan santunan.
Disisi lain, penyelenggaraan malam resepsi Hari Jadi Sleman yang diperingati setiap tahun ini menjadi momen penting untuk mengukuhkan kebersamaan serta menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Sleman.

“Peringatan hari jadi ini juga sekaligus menjadi evaluasi untuk hasil pembangunan selama ini yang telah diperoleh Kabupaten Sleman. Juga memberikan semangat kepada masyarakat dan ASN untuk terus berinovasi dan profesional. Sehingga hasilnya dapat dirasakan dan membahagiakan masyarakat,” jelas Sri Purnomo.

Di usia ke-103 ini, Kabupaten Sleman memiliki progres yang baik. Menurut Sri purnomo, progres yang ditorehkan dapat terepresentasikan melalui capaian prioritas pembangunan yang semakin hari semakin membaik.

“Misalnya, jumlah KK miskin 5 tahun terakhir sudah mengalami penurunan. Jika tahun 2014 jumlah KK miskin mencapai 43.790, di tahun 2018 turun menjadi 31. 355.” Paparnya.

Selain itu, Sri Purnomo juga mengatakan bahwa progres lain bagi Kabupaten Sleman yaitu usia harapan hidup di Sleman pada tahun 2018 mencapai 76,13 tahun di atas rata-rata DIY yaitu 74 tahun dan Nasional 70,68 tahun. Serta pertumbuhan lain terjadi dalam sektor perekonomian dan pembangunan sarana prasarana.

Pada kesempatan yang sama, Sri Muslimatun menyampaikan harapannya agar peringatan Hari Jadi ke-103 ini dapat mendorong seluruh aparat Pemkab Sleman mulai dari pejabat hingga staf untuk bekerja dengan penuh semangat, kerja keras, kerja cerdas dan kerja iklas bagi kemajuan Sleman. Demikian pula bagi masyarakat supaya terus meningkatkan partisipasi aktif dalam kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Sleman.

Selain menyerahkan santunan, dalam kegiatan tersebut juga menyerahkan sejumlah hadiah bagi para prestator baik tingkat desa maupun kabupaten yang mampu berinovasi dan berprestasi bagi Kabupaten Sleman. (Awn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Wajib Bongkar Pasang, Satpol PP Peringatkan PKL Solo Baru Ganti Lapak

SUKOHARJO (MERAPI) - Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di segemen 4 Solo Baru Grogol kedapatan melakukan pelanggaran dengan

Close