KONI DIY Temukan 75 Atlet Porda DIY Bermasalah

YOGYA (MERAPI) – Banyaknya aduan atau protes yang dilakukan kontingen terkait keabsahan atlet untuk Pekan Olahraga Daerah (Porda) XV-2019 DIY, mulai diinventarisir oleh KONI DIY. Setidaknya terdapat 75 atlet yang dinilai bermasalah untuk urusan administrasi sehingga perlu penyelesaian bersama dengan melibatkan KONI kabupaten dan kota.

Menurut Ketua Panitia Porda DIY 2019, Rumpis Agus Sudarko, proses verifikasi atlet terkait keabsahan karena adanya protes dari kontingen, memang berjalan cukup panjang. “Ya memang prosesnya lama. Ini juga baru selesai untuk verifikasi dari kami. Makanya kami berencana untuk menggelar pertemuan dengan KONI kabupaten dan kota besok Jumat (24/5),” katanya di Yogya, Senin (20/5).

Dari penelusuran verifikasi oleh KONI DIY, 75 atlet yang dianggap bermasalah. Ditambahkan Rumpis, hal tersebut masih bisa dimungkinkan berkembang saat melakukan pertemuan dengan KONI kabupaten dan kota. “Memang ada kontingen yang memasukkan data diri atlet yang cukup membingungkan. Jadi nanti ketika ada pertemuan, kami akan jelaskan, termasuk yang melakukan protes akan kami jelaskan juga. Kenapa ada 75 atlet ini bermasalah, itu perlu kami klarifikasi saat pertemuan itu,” imbuhnya.

Penilaian terkait atlet bermasalah tersebut, disebut Rumpis merupakan penelusuran dari proses entry by name yang telah dilakukan oleh masing-masing kontingen beberapa waktu lalu. “Itu sudah kami telaah lebih detail ya. Kalau hanya mengacu pada protes yang diajukan kontingan, malah bisa mencapai 600-an atlet. Namun setelah kami lihat lagi ada 75 atlet ini yang kami anggap bermasalah,” tuturnya.

Rumpis melanjutkan, melalui pertemuan dengan KONI kabupaten dan kota, bisa disepakati untuk mencari penyelesaian bersama atas permasalahan keabsahan atlet tersebut. Namun, jika hal tersebut tak menemui kata sepakat, maka akan ditempuh lewat jalur hukum melalui Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI) daerah.

“Kalau di rapat pleno dengan KONI kabupaten dan kota masih ada atlet bermasalah, penyelesaiannya melalui BAORI daerah. Jika BAORI sudah memutuskan status atlet, ya itu sudah mengikat keputusannya. Jadi nanti kalau sudah ada keputusan bisa segera diketahui apakah atlet tersebut sah ikut Porda atau tidak,” lanjutnya. (Oro)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Janda Tertipu Duda

KALAU cinta sudah melekat, apapun bisa dilakukan. Agaknya itulah yang dialami seorang janda TA (42), warga Mlati Sleman. Lantaran kadung

Close