Syahrul Maghfirah

Oleh : Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si.

PADA bulan Ramadhan, doa dan permohonan pengampunan seorang muslim banyak dikabulkan oleh Allah SWT. Ramadhan disebut sebagai syahrul ijabah, bulan dikabulkannya doa. Untuk menunjukkan keistimewaan dan keagungan bulan suci Ramadhan itu, bulan Ramadhan mendapat sejumlah gelar : syahru Al-Qur’an (bulan Al Qur’an), syahru at tilawah (bulan bacaan Al Qur’an), syahru ash shobri (bulan kesabaran), Syahru an najah (bulan keselamatan), syahru ar rahmah (bulan kasih sayang), syahru al barkah (bulan yang penuh berkah), syahru al marhamah (bulan kasih sayang), syahru al maghfirah (bulan ampunan), syahru jud (bulan kedermawanan). Disebut juga syahrullah (bulan Allah). Bahkan Nabi SAW menyebutnya dengan kata-kata sayyidu as shuhur (Ratu Segala Bulan). Beliau memberikan komentar seandainya orang-orang itu tahu tentang keunggulan, keagungan dan kemuliaan Ramadhan, pasti mereka itu ingin hidupnya dalam bulan Ramadhan terus-terusan. Mereka gembira ketika akan berjumpa dengan Ramadhan dan mereka sedih ketika akan berpisah dengan Ramadhan.

Ramadhan merupakan bulan yang sangat agung dan berlimpah keberkahan (syahrul adzim mubarak), sehingga bulan Ramadhan dikenal juga sebagai syahrul maghfirah (bulan ampunan). Di bulan Ramadhan inilah Allah SWT berkenan memberikan maghfirah-Nya dengan sangat murah kepada para hamba-Nya yang mau bertaubat. “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,.(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal” (Q.S. Ali Imran: 133-136).

Ramadhan disebut bulan pengampunan, karena pada bulan ini banyak sekali sebab-sebab turunya pengampunan Allah. Di dalamnya ada ibadah puasa sebagai perisai dan penghalang dari dosa dan kemaksiatan serta pelindung dari neraka. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa mengerjakan ibadah (qiyam) pada bulan Ramadhan karena iman dan mencari ridha Allah semata, maka diampunilah dosanya yang telah lalu” (H.R.Bukhari dan Muslim). Meminta ampunan serta berdoa ketika dalam keadaan puasa, berbuka dan ketika makan sahur, termasuk doa yang mustajab. Allah memerintahkan agar kita berdoa dan Dia menjamin mengabulkannya. Begitu juga dengan melakukan shalat tarawih, melakukan shalat dan ibadah di malam Lailatul Qadar, yaitu pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Ia adalah malam yang penuh berkah, yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’anul Karim. Dan pada malam itu pula dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa melakukan shalat di malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq alaih). Bahkan memberi ifthar (makanan untuk berbuka) kepada orang yang berpuasa menjadi sebab keampunan Allah. Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang di dalamnya (bulan Ramadhan) memberi ifthar kepada orang berpuasa, niscaya hal itu menjadi (sebab) ampunan dari dosa-dosanya, dan pembebasan dirinya dari api neraka.” (HR. Ibnu Khuzaimah, Al-Baihaqi dan lainnya).

Doa adalah ibadah dan akan dikabulkan apabila memenuhi kesempurnaan syarat dan bersih dari penghalang-penghalang. Di antara syarat dan adab terkabulnya doa adalah kekhusyukan hati, mengharapkan ijâbah dari Allah, sungguh-sungguh dalam meminta dan tidak tergesa-gesa mengharap pengabulan, memilih waktu-waktu dan keadaan yang mulia, memulainya dengan pujian kepada Allah dan shalawat, berusaha memilih makanan dan minuman yang halal. Kadangkala, pengabulan doa itu tertunda, karena sebagian syarat tidak terpenuhi atau adanya sebagian penghalangnya. Semoga kita mendapatkan maghfirah Allah di bulan Ramadhan yang penuh ampunan ini. Aamiin.

Read previous post:
MERAPI-ANTARA/VICTORIANUS SAT PRANYOTO TPS Pringwulung, Depok, Sleman yang sudah over load.
DIANGGAP CEMARI LINGKUNGAN – TPS Pringwulung Dikeluhkan Warga

DEPOK (MERAPI) - Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Pringwulung, Condongcatur, Depok, Sleman, dikeluhkan warga Padukuhan Pringgodani, karena pengolahan tidak maksimal

Close