BUNTUT KERICUHAN SUPORTER-Luka Berat Ancam Karir Pemain Muda PSS

SLEMAN (MERAPI)-Anggriyanto Faisal, pemain PSS Sleman U-16 yang terkena lempara keramik oknum suporter di bagian mata saat Laskar Sembada menjamu Arema FC di Stadion Maguwoharjo sukses melewati tindakan pertama dari tim dokter, Jumat (17/5) kemarin. Untuk langkah penanganan selanjutnya, pihak dokter masih menunggu persetujuan keluarga lantaran luka di mata gelandang PSS U-16 ini cukup berat. Bahkan Anggriyanto terancam kehilangan separuh penglihatannya yang tentu mengancam karirnya.
“Terkait luka di bagian mata. Sudah dilakukan tindakan. Tapi masih tindakan sementara. Masih melihat observasi dan beberapa prosedur termasuk izin ke keluarga untuk langkah selanjutnya,” terang Kepala Bagian Humas RS Sardjito, Banu Hermawan kepada wartawan, Jumat (17/2) kemarin.
Gara-gara kericuhan itu, Anggriyanto terancam tidak bisa memperkuat PSS U-16 di Liga 1 karena menurut dokter memerlukan waktu penyembuhan yang cukup lama. Dokter yang menangani Anggriyanto sendiri belum tahu pasti berapa lama cedera di matanya akan pulih. “Kondisi cukup berat. Kami belum bisa memperkirakan berapa lama untuk bisa pulih. Kalau dilihat dari kondisi lukanya sepertinya cukup lama,” terang Banu.

Anggri menjadi korban saat menempati tribun barat. Kejadian bermula saat Anggri bersama rekan-rekannya di skuat PSS U-16, U-18 dan U-20, datang langsung ke Stadion Maguwoharjo, untuk menyaksikan para seniornya memulai kiprah di kompetisi kasta tertinggi tanah air ini. Johanes Sugianto, Manajer PSS U-16 membeberkan Anggri tidak sekadar menonton pertandingan lantaran mendapat tugas membawa giant flag Liga 1 dalam upacara pembukaan. Setelah menunaikan tugas, Anggri bersama penggawa PSS U-16 lainnya duduk di tribun barat di bagian selatan.
“Tiba-tiba kerusuhan terjadi, suporter di tribun selatan saling lempar dengan suporter di tribun kami, tapi yang lantai atas. Nah, kemudian, ada pecahan keramik yang melayang dari arah atas, lalu mengenai mata kanan Anggri itu. Dia langsung dibawa ke rumah sakit,” ungkap Johanes.

Pihak PSSI sendiri meminta Komisi Disiplin (Komdis) memberi sanksi pihak yang nantinya diputus bertanggungjawab. Adanya kericuhan antarsuporter tidak hanya mencoreng PSSI sebagai otoritas sepakbola tertinggi tanah air namun juga memperparah preseden buruk Liga Indonesia. Korban yang jatuh tidak hanya Anggriyanto, banyak penonton yang mengalami luka cukup serius gara-gara aksi saling lempar. Selain penonton, wartawan yang melakukan peliputan juga menjadi korban setelah motornya dirusak di tempat parkir.(Des)

Read previous post:
Berwisata Mendadak Usai Salat Jumat, Presiden Kagumi Keunikan Dusun Sade Lambok

MATARAM (MERAPI)- Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Barat, Presiden Joko Widodo melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Nur

Close