KEMENANGAN ATAS AREMA JADI MODAL – PSS Dibayangi Sanksi

SLEMAN (MERAPI) – Pekan depan PSS Sleman kembali menjadi tuan rumah dalam lanjutan Liga 1. Setelah menaklukkan Arema FC 3-1 di laga perdana mereka Rabu (15/5) malam, skuad besutan Seto Nurdiyantoro ini akan menghadapi Semen Padang, Sabtu (25/5) mendatang. Di atas kertas keduanya setara karena sama-sama berstatus sebagai tim promosi.

Namun, PSS terancam sanksi pertandingan tanpa penonton setelah insiden kericuhan antarsuporter. PSSI melalui Sekjen Ratu Tisha bahkan sudah berjanji akan memberi sanksi yang tegas atas insiden ini. Padahal Seto mengakui bahwa kemenangan mereka atas Arema bisa diraih karena dukungan para suporter.

“Kami harap-harap cemas atas sanksi itu. Jujur saja jika memang ada sanksi tanpa suporter untuk PSS, permainan kami akan sangat berpengaruh karena mereka adalah pemantik semangat kami dalam bermain, contohnya seperti lawan Arema kemarin,” kata Seto, Kamis (16/6).

Disanksi tanpa suporter bukan hal baru bagi PSS. Desember 2018 mereka juga disanksi tanpa suporter oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI saat berlaga di Liga 2. Namun manajemen dan PT sukses membelokkan kata “suporter” ke “penonton”. Mereka tetap hadir tanpa atribut namun tidak boleh memberi dukungan dengan lantang seperti biasanya. Teror masih ada lewat siulan dari puluhan ribu “penonton”. Andai tidak ada suporter dan penonton yang menyaksikan pertandingan, PSS tampaknya tetap percaya diri menghadapi Semen Padang. Mental pemain yang sempat lenyap kembali datang usai sukses mengalahkan Arema berkat gol yang dicetak Brian Fereira, Rangga Muslim, dan Yevhen Bokhasvili itu.

“Motivasi pemain kembali datang setelah menang dan kami berharap bisa menjaga hal ini. Lawan Arema tidak semudah membalik telapak tangan, prosesnya dalam pertandingan panjang. Di babak pertama permainan belum seperti yang kami harap namun di babak kedua pemain mulai menemukan motivasi dan akhirnya bisa bermain enjoy. Pertandingan berikutnya akan kami jalani dengan pendekatan mental yang lebih kuat lagi,” kata pelatih yang bakal mendapat lisensi AFC Pro ini.

Dalam pertandingan lawan Arema, PSS tancap gas sejak menit pertama. Dua menit laga berjalan Brian Ferreira membobol gawang Arema setelah menerima umpan Haris Tuharea dari tendangan sudut. Unggul cepat, PSS semakin percaya diri dalam membangun serangan. Menit 5, Yevhen Bokhashvili nyaris memperbesar skor andai tendangan bebasnya gagal diamankan Kurniawan Kartika Ajie. Butuh 15 menit bagi Arema mencipatakan peluang emas. Pergerakan cepat Makan Konate merepotkan pertahanan PSS namun tendangannya mampu diblok Ega Rizky Pramana.

Gol penyeimbang kedudukan tercipta menit 30 melalui Sylvano Comvalius. Top Skor Liga Indonesia 2017 ini tak menyiakan umpan manis Dendi Santoso dengan tandukkannya. Satu menit selepas gol Comvalius, duel ini harus dihentikan oleh wasit karena ada kericuhan di tribun utara. Akibat kericuhan tersebut pertandingan terhenti hampir lama. Setelah kondisi di stadion kondusif, pertandingan kembali dilanjutkan mulai menit 31. Akibat diberhentikan cukup lama, tempo permainan kedua tim melambat. Skor 1-1 bertahan hingga akhir babak pertama.

Tiga menit setelah kick off babak kedua, Makan Konate melepaskan tembakan jarak jauh yang sangat keras. Beruntung, Purwaka Yudhi mampu mengadang sepakan keras tersebut. Arema dikejutkan gol kedua tuan rumah menit 57 melalui tembakan melengkung Yevhen Bokhashvili. Tertinggal 1-2 membuat Arema lebih agresif membongkar pertahanan PSS. Menit 65, Makan Konate hampir saja kembali menyamakan skor. Namun eksekusi tendangan bebasnya masih ditepis oleh Ega Rizky Pramana. Frustrasi tak mampu membongkar pertahanan PSS, lini belakang Arema lengah. Pada menit ke-82, Rangga Muslim berhasil mengoyak gawang Arema lewat tendangan kaki kirinya dari dalam kotak penalti.

Arema yang masih mencari gol penyeimbang terus melancarkan serangan sporadis ke jantung pertahanan PSS. Akan tetapi, hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, PSS berhasil mengunci kemenangan 3-1 atas Arema.
Milomir Seslija, pelatih Arema melihat kekalahan kemarin karena dua faktor, yaitu kericuhan dan wasit. “Kami kehilangan momen saat pertandingan dihentikan padahal kami sedang membaik. Lalu kami kehilangan fokus setelah itu. Di babak kedua banyak pelanggaran yang dilakukan ke kami tidak direspons seperti menarik kaos dan hand ball,” keluh Milomir. (Des)

Read previous post:
Yuk, Hunting Kuliner Saat Mudik ke Sumedang

SUMEDANG (MERAPI) - Wisata kuliner di Kota Sumedang seakan tak pernah mati. Dari mulai kuliner kekinian sampai kuliner tradisional sama

Close