BI DIY Siapkan Rp 5,6 Triliun untuk Penukaran Uang Lebaran

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi bersama Kepala Kantor Perwakilan BI DIY Hilman Tisnawan (kanan) menunjukkan uang baru dari penukaran pada layanan mobil kas keliling. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Mobil kas keliling dari Bank Indonesia dan berbagai bank yang berderet di Jalan Ipda Tut Harsono timur kompleks Balaikota Yogyakarta, Kamis (16/5), diserbu masyarakat. Mereka antre untuk menukarkan uang rupiah yang kondisinya sudah lama dengan berbagai pecahan rupiah dalam kondisi baru untuk kebutuhan Lebaran.

Seorang warga, Anik Yasno mengaku senang dengan adanya layanan mobil kas keliling yang ditempatkan di Balaikota. Warga Pilahan Rejowinangun itu menukarkan uang senilai Rp 3,8 juta sesuai paket maksimal dari layanan penukaran uang baru.

“Ya senang penukaran uang jadi lebih dekat dan lebih cepat. Biasanya saya datang ke Bank Indonesia untuk menukarkan uang, antrenya cukup lama. Saya sengaja nukar lebih awal kalau di akhir takutnya nggak kebagian semua pecahan uangnya,” kata Anik.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hilman Tisnawan mengutarakan, ada 96 titik layanan penukaran uang di mobil kas keliling bersama perbankan dan di bank-bank di DIY. Rencananya operasional mobil kas keliling di timur Balaikota itu sampai 24 Mei 2019.

“Layanan mobil kas keliling drive thru ini untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat. Penukarannya gratis, tidak kena biaya dan aman,” terang Hilman.

Untuk memudahkan dan mempercepat penukaran, maka dibuat sistem paket 100 lembar/paket mulai dari pecahan Rp 1.000 sampai Rp 20.000. Satu orang maksimal menukarkan uang dengan total paket Rp 3,8 juta. Satu mobil kas layanan dari bank menyediakan Rp 100 juta.

“Prinsip kami buat paket agar lebih mudah dan cepat dalam pelayanan penukaran. Jika di bawah paket bisa gabung sama teman untuk penukarannya,” tambahnya.

Bank BI DIY mempersiapkan total Rp 5,6 triliun untuk kebutuhan penukaran uang masyarakat dan ATM di DIY selama Ramadan dan Lebaran. Jumlah itu meningkat 7 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 5,2 triliun. Dia menyatakan total uang yang disiapkan itu mempertimbangkan perputaran uang di DIY cukup tinggi selama Lebaran.

“Yogyakarta sebagai kota tujuan wisata dan kota untuk pulang kampung saat lebaran. Jadi kami juga melayani kebutuhan di ATM-ATM bagi mereka. Jangan sampai ATM kosong,” papar Hilman.

Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, dengan layanan mobil kas keliling drive thru akan memudahkan masyarakat dalam menukarkan uang baru. “Tidak perlu khawatir uang palsu. Tidak harus bayar biaya jasa penukaran uang,” imbuh Heroe. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Helm Penyelamat

KEJAHATAN menjelang sahur masih terjadi di Kota Yogya. Kali ini korbannya pengendara motor yang hendak mencari makan sahur di kawasan

Close