1.276 Ahli Waris Keluarga Miskin Menerima Santunan Kematian

Sebanyak 1.276 orang ahli waris dari keluarga miskin menerima santunan kematian periode Juni – Oktober 2018. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)
Sebanyak 1.276 orang ahli waris dari keluarga miskin menerima santunan kematian periode Juni – Oktober 2018. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Sebanyak 1.276 orang ahli waris dari keluarga miskin menerima santunan kematian periode Juni – Oktober 2018. Pemkab Sukoharjo menyiapkan anggaran Rp 3.828 miliar menggunakan APBD 2019. Masing masing ahli waris keluarga miskin tersebut menerima Rp 3 juta.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo Sarmadi, Rabu (15/5) mengatakan, penyerahan santunan kematian diberikan langsung pada ahli waris di pendapa Graha Satya Praja (GSP), Rabu (15/5) dipimpin langsung Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya. Sebanyak 1.276 orang ahli waris penerima santunan kematian berasal dari 12 kecamatan.

Rinciannya, Kecamatan Tawangsari 114 orang, Sukoharjo Kota 114 orang, Mojolaban 81 orang, Bendosari 128 orang, Grogol 120 orang, Gatak 91 orang, Weru 154 orang, Bulu 82 orang, Polokarto 123 orang, Baki 82 orang, Nguter 111 orang dan Kartasura 76 orang.

Para ahli waris tersebut dipastikan sudah menerima santunan kematian secara utuh. Sebab mereka sebelum menerima terlebih dahulu dilakukan pendataan. Termasuk menghitung ulang uang yang diterima dari petugas saat hadir di pendapa GSP.

“Uang itu diserahkan petugas bank langsung ke ahli waris. Kami minta ahli waris menghitung lagi sendiri. Jangan sampai setelah pulang ke rumah dan berselang beberapa hari kemudian lapor kalau uang yang diterima kurang. Masing masing ahli waris menerima santunan kematian utuh Rp 3 juta,” ujarnya.

Sarmadi mengatakan, pada penyaluran santunan kematian periode sebelumnya sempat muncul keluhan dari ahli waris karena uang yang diterima tidak utuh Rp 3 juta. Namun setelah ditelusur ternyata ada kekeliruan sendiri dari keluarga ahli waris tersebut.

“Penerima santunan kematian sudah jelas nama dan alamat termasuk tercatat dalam data warga miskin. Setelah itu dilakukan proses tahapan sampai pelaksanan pencairan dana,” lanjutnya.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, Pemkab Sukoharjo memiliki program membantu keluarga miskin dengan memberikan santunan kematian. Masing masing ahli waris menerima dana utuh sebesar Rp 3 juta. Program tersebut sudah lama dijalankan dan terus bertahan sampai sekarang. Nominal yang diberikan Pemkab Sukoharjo juga terbesar dibanding daerah lain di Indonesia.

“Ahli waris penerim santunan kematian menerim dana secara utuh dan tidak ada potongan,” ujarnya.

Data dari Dinsos Sukoharjo terhitung sejak 2011 – 2019 total dana santunan kematian yang sudah disalurkan Pemkab Sukoharjo untuk keluarga miskin sebesar Rp 73,5 miliar. Dengan rincian, tahun 2011 Rp 9 miliar, tahun 2012 Rp 3,78 miliar, tahun 2013 Rp 10,110 miliar, tahun 2014 Rp 9,978 miliar, tahun 2015 Rp 12,93 miliar, tahun 2016 Rp 9,135 miliar, tahun 2017 Rp 8,739 miliar, tahun 2018 sebesar Rp 7,662 miliar, dan tahun 2019 Rp 3,328 miliar. (Mam)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
JELANG LEBARAN BELUM DIPERBAIKI – Puluhan LPJU di Jalan Nasional Mati

WONOSARI (MERAPI) – Lampu Penerangan Jalan untuk Umum (LPJU) di ruas jalan nasional Yogja-Wonosari Kabupaten Gunungkidul yang mati sejak beberapa

Close