BAWA KABUR MOTOR DAN UANG RP 7 JUTA-Penipu Janjikan Nikahi Korban

MERAPI-SAMENTO SIHONO Kompol Yugi Bayu menunjukkan barang bukti dan pelaku penipuan.
MERAPI-SAMENTO SIHONO Kompol Yugi Bayu menunjukkan barang bukti dan pelaku penipuan.

MLATI (MERAPI)- Gara-gara tergiur rayuan hendak dinikahi, Tri Sutiastuti (42) warga Bolawen Tlogoadi Mlati Sleman, tertipu teman laki-laki yang dikenal melalui media sosial. Akibat kejadian itu korban kehilangan sejumlah dan sepeda motor. Untungnya polisi bertindak cepat dengan meringkus pelakunya, yakni KH (41) warga Pekalongan Jawa Tengah.
Kapolsek Mlati Kompol Yugi Bayu kepada wartawan, Rabu (15/5) mengatakan, awalnya korban berkenalan dengan pelaku melalui media sosial Facebook pada Februari lalu. Keduanya kemudian melakukan komunikasi secara intens.
Selanjutnya mereka sepakat menjalin asmara. Dalam waktu singkat, mereka memutuskan untuk bertemu di tempat kerja korban. Untuk menyakinkan korban, pelaku berdalih bekerja sebagai seorang pengusaha. Lantaran dimabuk asmara, korban pun makin terpikat dengan pelaku. Bahkan korban mengiyakan saat pelaku minta izin tinggal di rumahnya.

Setelah satu minggu tinggal di rumah korban, pelaku kemudian meminta izin pada orangtua korban untuk menikahi anaknya.
Kendati demikian, sebelum menikahi korban, pelaku meminta uang Rp 7,5 juta dengan alasan untuk mencairkan uang di bank daerah Bogor. Tanpa curiga, orangtua korban menuruti permintaan pelaku tersebut.
“Pelaku mengaku uang itu untuk mencairkan uang di bank. Sebagai persiapan untuk menikahi korban,” ujar Kompol Yugi Bayu.
Beberapa hari kemudian, kata Yugi, pelaku kembali ke rumah korban untuk meminjam motor dengan dalih digunakan untuk mengambil uang di bank. Korban pun dengan mudah memberikan motor tersebut.
Untuk mengelabui korban, pelaku meninggalkan bungkusan kertas yang diakui sebagai uang. Tapi pelaku berpesan, bungkusan itu tidak boleh dibuka lantaran petugas bank yang akan membukanya.
“Karena korban percaya, dia hanya menuruti permintaan pelaku,” katanya.
Setelah beberapa hari ditunggu, petugas bank tak kunjung datang. Bahkan pelaku menghilang dan tak bisa dihubungi. Korban akhirnya memberanikan diri membuka sendiri bungkusan itu. Saat itu korban terkejut karena dalam bungkusan kertas warna cokelat tersebut hanya berisi lipatan kertas koran bekas.

“Pelaku berdalih uang dalam bungkusan itu untuk biaya pernikahannya,” jelasnya.
Sadar ditipu, korban kemudian melapor ke Polsek Mlati guna pengusutan lebih lanjut. Mendapat informasi itu, petugas lantas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku di kampung halamannya di Pekalongan Jawa Tengah.
“Saat ditangkap pelaku langsung mengakui perbuatannya. Pelaku langsung digelandang ke Polsek Mlati,” Beber Yugi.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku baru pertama melakukan penipuan, ia nekat melakukan penipuan karena sedang terlilit utang. Rencanaya hasil penipuan dan gadai motor Rp 250 ribu tersebut untuk membayar utang pada temannya.
“Awalnya tidak ada niat untuk menipu, tapi karena ada kesempatan dan terlilit utang akhirnya saya lakukan. Saya spontan melakukan penipuan itu,” akunya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku harus mendekam di sel tahanan Polsek Mlati. Pelaku bakal dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman 4 tahun penjara. (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
TERKAIT PERPINDAHAN RIBUAN SUARA PPP-Penyelenggara Pemilu Bisa Terancam Pidana

UMBULHARJO (MERAPI)- Penyelengara Pemilu di Kabupaten Sleman dan Bantul terancam pidana pemilu terkait perpindahan ribuan suara dari partai PPP ke

Close