PEMILU DINILAI BERLANGSUNG JUJUR DAN ADIL-Ormas di Yogya Tolak Gerakan ‘People Power’

YOGYA (MERAPI) – Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Yogya menolak gerakan people poweryang santer terdengar belakangan ini, jelang pengumuman hasil rekapitulasi pemilu serentak. Mereka sepakat, gerakan tersebut membahayakan keutuhan NKRI.
Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Yogya Drs HM Fathoni Siroj mengatakan, pelaksaan pemilihan umum tahun ini berlangsung baik, jujur dan adil. Saat ini sedang proses perhitungan untuk menentukan siapa yang memperoleh suara terbanyak. Oleh karena itu, semua pihak diminta tidak membuat kesimpulan sendiri terkait cara atau sistem perhitungan tersebut.
“Proses sedang berjalan dan membuat seseorang ingin menyampaikan kehendaknya dengan berbagai macam cara. Bahkan berkembang isu people power atau mengerahkan massa untuk memaksakan kehendak sesuai apa yang dicita-citakan. Untuk itu semua jamaah masjid di kota Yogya dan semua pihak, agar bersabar dan menunggu sampai saatnya nanti. Jangan ikut sesuatu yang kita belum jelas permasalah utamanya. Kita juga harus bisa menahan diri terkait ajakan yang kurang pas, seperti ajakan people power. Ini saya kira kurang tepat untuk dilaksanakan,” kata Fathoni Siroj kepada wartawan, Rabu (15/5).

Hal senada juga dikatakan oleh Koordinator Forum Persaudaraan Umat Beriman DIY, KH Abdul Muhaimin. Dia mengatakan, seluruh masyarakat harus menjaga keutuhan NKRI, baik dari konflik internal atau rongrongan asing yang mempunyai kepentingan tersendiri. Sebagai warga Negara yang baik, seluruh warga harus menghargai hasil kinerja KPU. Tidak perlu mengikuti ajakan yang inkonstitusional apalagi ajakan people power yang merusak keutuhan bangsa.
Kedewasaan masyarakat Yogya bisa diandalkan karena kita merupakan tolok ukur kedamaian dan harmonisasi di Indonesia. Marilah kita tunggu pengumuman rekapitulasi pemilu serentak ini, dengan hati dingin. Jangan sampai kita bertindak di luar yang telah digariskan oleh kontitusi, karena konstitusi telah menjadi kesepakatan kita sebagai warga Bangsa Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Paksikaton DIY Muchamad Suhud mengingatkan warga agar waspada terhadap upaya provokasi yang bertujuan untuk memecah-belah persatuan Indonesia pasca pengumuman hasil rekapitulasi pemilu serentak. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, dia mengatakan, kita harus berfikir dua atau tiga kali saat akan melakukan upaya penghianatan kepada Pancasila. Apapun hasil final rekapitulasi pemilu serentak nanti, kita harus menghargai hal itu.
“Kepala bisa panas, tapi hati harus dingin. Jangan campur-adukkan pikiran dan emosi yang tujuannya membuat bangsa ini terpecah-belah. Mari menyikapi segala sesuatu dengan cara-cara yang sesuai dengan kontitusi,” tegasnya. (Riz)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
RAT Wujud Koperasi Profesional

SALAH satu penanda keberhasilan suatu organisasi, termasuk koperasi adalah ketika anggota merasa menjadi bagian dari organisasi tersebut. Adapun Rapat Anggota

Close