Pengedar Ganja Dituntut 5 Tahun


Terdakwa dikawal petugas usai menjalani sidang tuntutan di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terdakwa dikawal petugas usai menjalani sidang tuntutan di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Pengedar ganja asal Lampung, AP (21) yang ngontrak rumah di Karangbendo Banguntapan Bantul dituntut 5 tahun penjara serta denda Rp 800 juta subsider 3 bulan kurungan dalam sidang lanjutan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Rabu (15/5).

Jaksa penuntut umum (JPU) Asep Priyanto SH menjerat terdakwa dengan pasal 111 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Atas tuntutan jaksa, terdakwa yang didampingi penasihat hukum Purwatiningsih SH menyatakan memilih mengajukan pledoi secara lisan.

Dalam uraian tuntutan jaksa terungkap, awalnya petugas kepolisian mendapat laporan masyarakat di dekat Masjid Al Mutadin di Karangbendo sering ada orang mencurigakan dengan mengambil barang sesuatu.

Selanjutnya pada Sabtu 12 Januari 2019 pukul 18.00 petugas kepolisian melakukan penyelidikan dan melihat terdakwa membuang bungkus rokok di tiang dekat masjid. Saat dilakukan pengejaran petugas berhasil menangkap terdakwa di bawah fly over Janti.

Setelah diinterogasi terdakwa telah menyimpan ganja di rumah kontrakannya di Karangbendo. Saat dilakukan penggeledahan di rumah kontrakan terdakwa ditemukan 6 paket ganja siap edar.

Selain itu petugas juga menemukan uang hasil penjualan ganja sebesar Rp 300 ribu. Sebagai pengedar, terdakwa mendapatkan ganja dengan cara membeli dari Ismanto warga Lampung seharga 400 ribu. (C-5)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
MOBIL PICKUP PENGANGKUT SEMPAT BOCOR- Tiga Pencuri Kabel Rugikan PDAM Rp 50 Juta

BANTUL (MERAPI) - Tiga anggota komplotan pencuri kabel, HR (43), ES (34) dan MA (33) warga Dlingo Bantul kembali diseret

Close