Jalur Alternatif Mudik Jateng-Jatim Telan Korban Jiwa, Agung Tewas Tertimpa Batu Tebing

Sepeda motor korban diangkut dari lokasi kecelakaan maut jalan tembus Tawangmangu-Sarangan. (Foto: Abdul Alim)
Sepeda motor korban diangkut dari lokasi kecelakaan maut jalan tembus Tawangmangu-Sarangan. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Seorang pelajar kelas VIII SMPN 1 Tawangmangu, Agung Argo Saputro (14) meregang nyawa di jalan tembus Tawangmangu-Sarangan, Desa Gondosuli, Tawangmangu, Selasa (14/5). Longsoran batu dari tebing menimpa kepalanya saat perjalanan pulang dari sekolah.

“Korban perjalanan pulang dari sekolahnya menuju rumahnya di Cemoro Sewu. Sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu hujan rintik-rintik. Ia mengendarai sepeda motor, naik ke tikungan. Ada batu jatuh dari tebing mengenai kepalanya. Helm korban sampai pecah,” kata Kapolsek Tawangmangu Iptu Ismugiarto kepada wartawan.

Korban tak langsung tumbang, namun mulai tak sadarkan diri saat sepeda motornya melambat. Kemudian, tubuhnya terjatuh dan langsung meninggal dunia. Melihat korban terkapar, sejumlah pengendara di jalur alternatif rute Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah-Sarangan, Magetan, Jawa Timur ini berhenti untuk menolongnya. Korban dilarikan ke Puskesmas Tawangmangu. Sedangkan sepeda motor korban, Honda Scoopy AE 5822 NQ diangkut menggunakan mobil bak terbuka.

Korban merupakan putra pasangan suami istri asal Cemoro Sewu Rt 04 Rw III Ngancar, Plaosan, Magetan, Jatim, Agus Suwondo dan Sri Lestari. Saat forkopimcam Tawangmangu menyerahkan jenazah ke perwakilan keluarga di Puskesmas Tawangmangu, mereka menyatakan menerima musibah tersebut.

Kerabat korban, Pangat mengatakan Agung terbiasa mengendarai sepeda motor dari rumah ke sekolah. Pangat yang juga Lurah Gondosuli mengatakan, terdapat sejumlah lokasi rawan longsor di jalan tembus. Dengan kejadian yang menimpa Agung, bertambah satu lagi lokasi rawan kecelakaan yang dipicu longsor material bukit. Lokasi Agung terkena musibah di pertengahan jalan tembus yang membentang di lereng Gunung Lawu sepanjang 9,15 kilometer.

“Sebenarnya, tempat korban kejatuhan batu itu berjarak 300 meter sisi barat lokasi yang sering longsor. Malahan, tempat korban kejatuhan itu jarang terkena guguran batu dari atas. Kemiringan tebingnya 70-80 derajat,” katanya.

Pangat tak bisa memastikan penyebab batu dari atas tebing dapat tergelincir. Namun, wilayah tersebut hujan deras pada sehari sebelumnya. Pangat mengatakan longsor tebing sulit diprediksi dan diantisipasi.

“Jalan ditutup juga enggak mungkin. Tidak bisa juga dipasang bronjong,” katanya.

Camat Tawangmangu Rusdiyanto mengakui jalan tembus rawan tertimpa longsor tebing. Ia mengandalkan bantuan komunitas pedagang maupun sukarelawan dan menagih komitmen Polres Karanganyar dalam pengadaan rambu portabel, supaya faktor kecelakaan minim. Apalagi di momentum puncak arus mudik.

“Relawan di Tawangmangu siap membantu di jalan tembus maupun jalan lama. Sebagian jalur tembus tanpa penerangan saat malam. Sedangkan kebutuhan rambu, akan dibantu polres. Pak Kapolres sudah mengkomunikasikannya. Para pedagang juga harus berkontribusi demi kelancaran arus lalu lintas. Kita siapkan personel untuk buka tutup jalur di jalan tembus maupun jalan lama Gondosuli jika dibutuhkan,” katanya. (Lim)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Harga Bawang Putih Mulai Turun

BANTUL (MERAPI) - Harga bawang putih di tingkat pedagang pasar tradisional Kabupaten Bantul, pekan ini mulai mengalami penurunan setelah sempat

Close