Jual Burung Merak, Pak Tris Dihukum 1,5 Tahun

BANTUL (MERAPI)- Terdakwa penjual burung yang dilindungi, Sutrisno (57) alias Pak Tris warga Barang Wetan Kalipucang Wetan Jepara Jawa Tengah diganjar hukuman 1,5 tahun penjara potong masa tahanan dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Selasa (14/5).
Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim diketuai Agus Supriyono SH lebih ringan dari tuntutan jaksa Juni Astuti SH yang menuntut 4 tahun penjara. Atas putusan tersebut jaksa maupun terdakwa masih menyatakan pikir-pikir.
Majelis hakim sependapat dengan jaksa menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan melanggar pasal 21 ayat 2 huruf a UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Hal-hal yang meringankan hukuman, terdakwa belum pernah dihukum, mengakui kesalahan dan berjanji tak mengulangi perbuatannya.
Dalam amar putusan majelis hakim terungkap, pada Kamis 10 Januari 2019 terdakwa datang ke Yogyakarta untuk menjual burung-burung dilindungi seperti merak, elang, kasuari dan beberapa jenis burung lain.
Sampai sekitar pukul 14.00 terdakwa membawa burung dagangannya di depan Pyramid Cafe di Jalan Parangtritis Km 6 Sewon Bantul.

Tetapi perbuatan tersebut diketahui petugas Balai KSDA Yogya dan dilakukan penangkapan. Dari tangan terdakwa disita beberapa burung dilindungi yang sengaja dijual terdakwa. Karena tak memiliki izin dalam memperdagangkan burung dilindungi, terdakwa beserta barang bukti diamankan petugas sebelum akhirnya diajukan ke persidangan. (C-5)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
KPU DIY Investigasi Perpindahan Ribuan Suara PPP

UMBULHARJO (MERAPI)- Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY menduga ada pelanggaran kode etik penyelengara Pemilu terkait perpindahan suara Pemilu yang terjadi

Close