Amdal Kawasan Kotabaru Disusun

Pedestrian di Jalan Suroto kian tertata untuk mendukung kawasan cagar budaya Kotabaru. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Yogyakarta kini tengah mempersiapkan penyusunan dokumen analisis dampak lingkungan (amdal) Kawasan Kotabaru. Dokumen Amdal tersebut akan menjadi acuan penataan dan pembangunan fisik di Kotabaru yang merupakan kawasan cagar budaya.

“Selama ini amdal kawasan Kotabaru belum ada. Biasanya amdal yang ada untuk kegiatan mendirikan pembangunan di sana diperlukan syarat amdal. Tapi sifatnya bukan kawasan,” kata Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Yogyakarta, Hari Setya Wacana, Kamis (9/5).

Dia menyampaikan, dalam dokumen amdal kawasan Kotabaru nantinya akan lebih jelas jika dilakukan penataan kawasan atau ada kegiatan fisik maka diperlukan dokuman lingkungan apa saja. Dokuman amdal kawasan Kotabaru dinilainya penting karena juga terkait Kotabaru sebagai kawasan cagar budaya.

“Dokumen amdal kawasan ini menjadi acuan dokumen lingkungan dalam pengembangan penataan kawasan Kotabaru. Misalnya kalau ada penataan pedestrian atau jika ada rencana penataan Kridosono,” tuturnya.

Penyusunan dokumen amdal kawasan Kotabaru itu kini dalam tahap lelang di lelang pengadaan secara elektronik. Untuk menyusun dokumen amdal kawasan Kotabaru Pemkot Yogyakarta mengalokasik pagu anggaran Rp 600 juta.

Kawasan Kotabaru sendiri sudah memiliki Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan. Namun dia menegaskan, RTBL berbeda dengan dokumen amdal kawasan. Dia mengatakan RTBL lebih berkaitan sebagai acuan untuk tata bangunan. “Kalau amdal kaitannya dengan lingkungan seperti bagaimana mengelola lingkungan dan pelaksanaannya kalau di kawasan itu ada kegiatan fisiknya,” tambah Hari.

Selain amdal kawasan Kotabaru diakuinya juga termasuk pengaturan lingkungan lalu lintas dan parkir di wilayah itu. Dia mengutarakan nantinya ada kajian mengenai hal tersebut.

Pemkot Yogyakarta sudah menata pedestrian Kotabaru di Jalan Suroto pada tahun 2018. Pada tahun ini penataan pedestrian akan dilanjutkan ke Jalan Jenderal Sudirman. Rencananya pengerjaan fisik pedestrian itu dikerjakan setelah Lebaran. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Lebih Dekat dengan PLBN Skouw, Destinasi Baru di Ujung Timur Indonesia

SKOUW (MERAPI)– Akhir pekan ini, kesibukan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw, Papua, meningkat. PLBN ini juga lebih

Close