Jalan Jagalan Dibuka H-7 Lebaran

Lalu lintas di Jalan Jagalan ditutup selama pengerjaan saluran draines dan dibuka lagi selama masa lebaran. (Merapi-Tri Darmiyati)

PAKULAMAN (MERAPI) – Lalu lintas Jalan Jagalan Yogyakarta masih ditutup untuk pengerjaan saluran air hujan atau drainase. Pada H-7 sampai H+7 Idul Fitri pengerjaan dihentikan dan lalu lintas akan dibuka kembali untuk kelancaran masa Lebaran.

“Harapan kami sebelum Lebaran, pekerjaan saluran drainase di Jalan Jagalan sebelum Lebaran sudah jadi. Tapi dalam pengerjaannya ada kendala saluran limbah yang dimasukkan ke saluran drainase,” kata Kepala Bidang Drainase dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Aki Lukman, Rabu (8/5).

Menurutnya saluran drainase yang dimasukkan saluran limbah warga adalah saluran lama. Dimungkinkan dahulu belum ada saluran air limbah sehingga dimasukkan menjadi satu ke saluran air hujan. Untuk sementara pengerjaan di sisi tersebut terhenti dan baru akan dirapatkan dengn kelurahan setempat.

“Apakah memungkinkan disambungkan atau tidak kami baru akan rapatkan dengan wilayah di sana dan UPT Limbah,” tambahnya.

Dia menyampaikan selama pekerjaan berlangsung, Jalan Jagalan ditutup karena pembangunan drainase di sisi timur dan barat jalan. Hal itu mendasarkan usulan warga agar pekerjaan drainase dilakukan sekaligus di sisi timur dan barat, sehingga cepat selesai. Pekerjaan drainase Jalan Jagalan menggunakan anggaran sekit Rp 1,59 miliar.

Berdasarkan pantauan di lapangan kemarin, pengerjaan memasuk penggalian di sisi timur. Di sisi barat penggalian telah dilakukan. Meskipun ada penutupan tapi lalu lintas dibuka untuk warg yang tinggal di wilayah tersebut.

Dengan adanya kendala saluran limbah yang masuk ke saluran drainase pihaknya belum dapat memastikan apakah pekerjaan itu selesai sebelum Lebaran. Secara tata kala pengerjaan drainase di jalan itu diberi waktu selama 150 hari atau 5 bulan.

“Nanti selesai atau tidak, pada H-7 dan H+7 Lebaran, akan kami buka kembali lalu lintas di Jalan Jagalan. Selama masa Lebaran semua proyek fisik harus berhenti dulu pengerjaannya,” terang Aki.

Sementara proyek-proyek pekerjaan saluran drainase di beberapa titik lainnya bakal dikerjakan setelah Lebaran dan dikebut. Sejumlah pekerjaan perbaikan drainase yang akan dilakukan usai Lebaran di antaranya drainase Jalan Indraprasta, Jalan Prof Dr Soepomo, Jalan Mondorakan dan drainase di sirip-sirip Jalan Malioboro yakni Jalan Suryatmajan serta Pajeksan.

Dia menuturkan pekerjaan pembangunan drainase itu harus dilakukan dengan menutup jalan, sehingga dilakukan usai Lebaran agar tak menambah kepadatan lalu lintas. “Untuk pengerjaan saluran di Jalan Indraprasta kami akan tutup lalu lintas mulai 17 Juni dari simpang empat Jlagran. Kendaraan tidak boleh ke arah barat atau ke Jalan HOS Cokroaminoto. Tapi kendaraan dari arah barat boleh ke timur. Penutupan selama dua bulan,” ujarnya. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MASUK TRISEMESTER KEDUA: Ada 335 Kasus DBD

SLEMAN (MERAPI) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman meminta masyarakat tetap waspada terhadap penyakit Demam Berdarah (DB). Pasalnya dalam beberapa

Close